Tujuh Warga Merapi Lahat Terduga Pelaku Perusakan Hutan Pusat Latihan Gajah Siap Hadapi Tuntutan

Tujuh Warga Merapi-Lahat Diduga Pelaku Perusakan Hutan di pusat Latihan Gajah Bersiap Hadapi Tuntutan

Tujuh Warga Merapi Lahat Terduga Pelaku Perusakan Hutan Pusat Latihan Gajah Siap Hadapi Tuntutan
SRIPOKU.COM/Ehdi
Tujuh tersangka perambahan hutan saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lahat. 

Tujuh Warga Merapi-Lahat Diduga Pelaku Perusakan Hutan di pusat Latihan Gajah Bersiap Hadapi Tuntutan

Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT-Sebanyak Tujuh Warga Merapi-Lahat Diduga Pelaku Perusakan Hutan di pusat Latihan Gajah Bersiap Hadapi Tuntutan

Terduga pelaku yakni, Liswan (44), Hermawan (29), Roby (18), Sartoni (54), Patrio (25), Bastawi (61), dan Sutar Dinata (33), warga Desa Padang, Kecamatan, Merapi Selatan, Lahat, dalam waktu dekat akan duduk dikursi peskitan.

Seperti diketahui, sebanyak tujuh dari sembilan warga ini menjadi terduga atau tersangka lantaran diduga melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan Suaka Alam kelompok Isau-isau.

Persisnya di pusat Latihan Gajah, yang berada di Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat.

Kasus inu sempat 'pecah' saat warga dengan pihak BKSDA selaku pengelola lahan (4/3) saling klaim kepemilikan.

"Berkasnya sudah kita limpahkan Kejaksaan Negeri Lahat, Jumat (19/7), Karena berkasnya sudah lengkap, tidak ada alasan menundah pelimpahan. Tujuh tersangka ini terjerat perkara perambahan hutan, Kamis (23/5) lalu." kata Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma, Disampaikan Kasi Pidsus, Ipda Chandra Kirana SH, Minggu (21/7).

"Dua tersangka lagi 170,Pidum yang tangani," ungkap Kapolres Lahat.

Menurutnya, ketujuh tersangka ini ditangkap, setelah emosi warga desa setempat meledak, lantaran mengklaim lahan seluas 200,10 hektar yang diduduki oleh BKSDA tersebut, merupakan milik warga.

Selain itu, karena sebelumnya Senin (4/3) lalu, pihak BKSDA telah melakukan pencabutan tanaman karet warga sebanyak 4000 ribu batang, di lahan yang masih jadi sengketa.

"Status lahan yang jadi perkara ini, masuk dalam kawasan dilindungi. Bahkan untuk Bastawi dan Sutar, di Agustus 2018 lalu juga melakukan perambahan hutan seluas 12,21 Hektare," terangnya.

Sementara, Kajari Lahat, Jaka Suparna melalui Kasi Pidum, Variska AK SH mengatakan, berkas ke tujuh tersangka perambahan hutan ini sudah kita terima. Terjerat pasal 78 (2) UU RI No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan UU RI No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati.

"Maksimal 20 hari kedepan, berkasnya akan kita serahkan ke Pengadilan Negeri Lahat untuk dipersidangkan. Sidng akan digelar terbuka, silakan jika masyarakat ingin mengikuti alur sidang," sampai Variska. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved