Berita Pgaralam

Jalan Lingkar Timur Pagaralam Kondisinya Memprihatinkan, Rusak dan Banyak Lubang

Jalan Lingkar Timur akses jalan yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam untuk menjadi jalur angkutan umum kini kondisinya memperihahtinkan.

Jalan Lingkar Timur Pagaralam Kondisinya Memprihatinkan, Rusak dan Banyak Lubang
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Meskipun jalur ini sangat jarang dilewati kendaraan baik akutan umum maupun pribadi, namun saat ini kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Jalan Lingkar Timur salah satu akses jalan yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam untuk menjadi jalur angkutan umum kini kondisinya memperihatinkan.

Meskipun jalur ini sangat jarang dilewati kendaraan baik akutan umum maupun pribadi, namun saat ini kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan.

Hal ini disebabkan putusnya jalur tersebut akibat adanya pembangunan Jembatan Tebat Gheban dan Jembatan Ayek Betung.

Pantauan sripoku.com, Minggu (21/7/2019) menyebutkan, di sepanjang jalur dari Simpang Manna sampai simpang Empat Tebat Gheban ada puluhan lubang mengangga. Bahkan ada salah satu lubang yang hampir mirip kolam ikan karena selalu tergenang air.

Tolak Ajakan Suaminya, Ibu Muda di Seberang Ulu Palembang Ini Jadi Korban KDRT, Begini Masalahnya

Pergi Sekolah, Ramadani Pelajar SMPN 16 Palembang Ini Tak Pulang-Pulang ke Rumah

Forum Sedekah Beras Banyuasin Bantu Keluarga Kurang Mampu, Ini Kata dr Sri Fitriyanti Askolani

Bambang (40) salah satu warga Keban Agung mengatakan, jalan Lingkar Timur ini, memang jarang dilewati karena memang sedang putus akibat pembangunan jembatan yang tidak selesai.

"Hampir tidak ada aktivitas lalulintas selain kendaraan warga yang hendak ke kebun. Ini terjadi sejak pembangunan Jembatan Tebat Gheban yang mengkrak," ujarnya.

Ditambahkannya, meskipun jalan dilewati namun kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. Banyak jalan yang rusak dan berlubang. Bahkan ada beberapa titik jalan yang nyaris amblas.

"Yang sangat parah rusaknya pas di dekat aula Muhammadiyah. Ada lubang besar yang dalam dan selalu digenangi air bahkan hampir mirip kolam ikan," katanya.

Herian (37) sopir angkutan mengaku terpaksa harus lewat jalan protokol saat mengangkut hasil panen. Pasalnya jika angkutan mobil berat tidak bisa lewat jalur lingkar timur karena banyak lubang besar.

"Kita takut mobil kita yang rusak jika harus dipaksakan lewat jalur Lingkar Timur ini dek. Lubangnya dalam dan banyak, bukanya hemat ongkos malah kita khawatir ongkos bertambah karena mobil kita rusak," ungkapnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved