Berita Palembang

Ikut Belasungkawa, SMA Taruna Indonesia Kembalikan Uang Pendaftaran Wiko dan Serahkan Santunan

Pihak sekolah langsung menyerahkan uang santunan dan sekaligus mengembalikan uang pendaftaran saat korban mendaftar ke SMA Taruna Indonesia.

Ikut Belasungkawa, SMA Taruna Indonesia Kembalikan Uang Pendaftaran Wiko dan Serahkan Santunan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Pihak Sekolah SMA Taruna Indonesia, datangi Kediaman Wiko, korban meninggal dunia diduga saat menjalani Mos di SMA Taruna Indonesia, Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Pasca meninggalnya Wiko Jerianda, dengan dugaan mendapatkan kekerasan saat MOS (Masa Orientasi Sekolah), yang di gelar SMA Taruna Indonesia, sejumlah perwakilan SMA Taruna Indonesia, mendatangi kediaman korban, Minggu (21/7), sore.

Sesampai di rumah duka di Perumahan Srimas Jalan Pertahanan IV, Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II Palembang, pihak sekolah pun langsung menyerahkan sejumlah uang santunan dan sekaligus mengembalikan uang pendaftaran saat korban mendaftar di sekolah dengan format semi militer itu.

Ketika ditemui, Sihat Judin, kuasa hukum SMA Taruna Indonesia mengatakan kedatangan pihaknya untuk turut belasungkawa atas meninggalnya Wiko, sekaligus menyerahkan uang santunan dan mengembalikan secara penuh uang pendaftaran yang telah dibayarkan ke sekolah

“benar Hari ini kita. (kemarin-red), mendatangi kediaman bapak Suwito sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian pihak sekolah dan kedepan diharapkan tetap ada hubungan baik dengan pihak keluarga,” ungkap Sihat.

Sihat juga menuturkan bahwa, pihak sekolah akan mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan pihak keluarga selama Wiko menjalani perawatan di RS RK Charitas.

Namun untuk proses hukum pihaknya tetap menyerahkan kepada pihak yang berwajib yang saat ini masih terus berjalan.

Polsek Sungai Rotan Muaraenim Gerebek Pesta Narkoba dan Sita 3 Pucuk Senjata Api Rakitan Pelaku

Melewati Jalan Tembok Baru 9-10 Ulu Palembang, HP Xioami Siswi SMA Ini Dirampas Pelaku Cewek

Pergi Sekolah, Ramadani Pelajar SMPN 16 Palembang Ini Tak Pulang-Pulang ke Rumah

“Sebetulnya kita ingin kesini sejak hari pertama (Wiko meninggal), tapi pihak sekolah mendapat panggilan dari kepolisian untuk pemeriksaan. Jadi bukan berarti kita tidak cepat tanggap,” katanya.

Sedangkan Firli Darta, kuasa hukum keluarga Wiko, ketika ditanya soal kedatangan pihak sekolah Taruna, mengaku tetap menerima dan tetap menyambut baik serta keluarga tetap membuka diri bagi siapa pun yang ingin datang.

"kita menyambut etikat baik dari pihak sekolah dengan menyerahkan uang santunan dan mengembalikan uang pendaftaran. Namun untuk proses hukum akan tetap berjalan," katanya.

Terpisah, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan saksi-saksi.

" benar masih kita dalami, terkait juga laporan korban kedua Wiko, dengan dugaan penganiayan di sekolah SMA Taruna Indonesia, saat Mos," ungkapnya.

Lanjut Yon mengatakan tidak menutup kemungkinan, kepala sekolah akan kembali didatangkan ke Polresta untuk keperluan interogasi.

" Pemeriksaan ini dilakukan mulai dari pihak pengajar maupun pembina yang terlibat dari pihak sekolah tersebut. Dan kejadian ini mungkin akan kita perdalam termasuk perkara sebelumnya yang sedang dalam proses berjalan ini di unit pidum Polresta Palembang," tutup Yon.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved