Informasi Haji 2019

Jemaah Saksikan Pemotongan Hewan Dam Haji Tamattu di Ka'Kiyah

Ratusan jemaah haji asal Sumatera Selatan memadati Pasar Hewan Ka'kiyah di Mekkah untuk melakukan pembayaran Dam Tamattu

Jemaah Saksikan  Pemotongan Hewan Dam Haji Tamattu di Ka'Kiyah
ist
JEMAAH haji Kloter 3 menyaksikan pemotongan hewan dam di rumah pemotongan Ka'kiyah Mekkah 

Laporan Wartawan Sripoku.com/Muhammad Husin

MEKKAH, SRIPOKU.COM ---Ratusan jemaah haji asal Sumatera Selatan memadati Pasar Hewan Ka'kiyah di Mekkah untuk melakukan pembayaran "Dam Tamattu" dengan memotong hewan berupa kambing, sapi dan unta.  Dam merupakan denda atau tebusan bagi jemaah yang mengerjakan ibadah umrah lebih dahulu, baru setelah itu melaksanakan ibadah haji.

Seperti yang dilakukan Jemaah Haji Kloter 3 Embarkasi Palembang, Sumatera Selatan. H Hendra Wijaya, salah satu Ketua Rombongan (Karom) memimpin langsung jemaah haji ke rumah potong hewan dan satu per satu hewan dam jemaah haji dipotong. Mulai dari pemotongan hingga proses pengulitan disaksikan jemaah secara langsung dibalik dinding kaca.

"Di tempat ini, jemaah bisa meminta daging hewan yang dipotong dan dibawa ke pemodokan untuk dimasak dan dimakan bersama," kata Hendra Wijaya kepada kontributor sripo di Mekkah RM Syukri,  Sabtu (20/7).

Ka'kiyah merupakan salah satu pasar kambing di Mekkah. Pasar ini menjadi bagian dari kawasan yang dikunjungi jemaah untuk membeli dan membayar dam, sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah. Ratusan bahkan mungkin ribuan kambing diikat di dalam kandang, dan jemaah bisa memilih. Hanya saja, ada jemaah haji yang cukup bertahan di dalam bus karena tidak tahan dengan bau. Namun ada juga jemaah haji tetap ikut menyaksikan pemotongan hewan dam, dengan menggunakan masker.

Hewan Kambing dijajakan penjual pedagang lokal di Ka'kiyah ini, dijual dengan harga beragam, mulai dari 350 riyal hingga 500 riyal per ekornya. Diketahui, harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dan jasa pemotongan.  Di lokasi pasar ini, ternyata banyak dari para pedagang dan jagal kambing berasal dari negara Afrika dan orang asli Saudi, yang menawarkan jasa pemotongan. Pada diri seorang penjagal, mereka sudah dilengkapi dengan alat sembelih yang siap memotong hewan milik jemaah haji, tentu dengan tarif jasa porong 21 riyal/orang, ditambah 10 riyal untuk jasa pengiriman ke lokasi pemotongan.

BAGI jemaah haji Tamattu setibanya di Mekkah usai dari Madinah langsung memotong hewan dam
BAGI jemaah haji Tamattu setibanya di Mekkah usai dari Madinah langsung memotong hewan dam (ist)

Harga itu pun belum termasuk ongkos kirim dan jasa pemotongan. Banyak dari para pedagang dan jagal kambing itu berasal dari negeri Afrika dan orang asli Saudi yang menawarkan jasa pemotongan. Mereka berkulit hitam dan berbadan besar. Disekeliling badan mereka lengkap dengan alat sembelih yang siap memotong hewan milik jamaah dengan tarif jasa potong 21 riyal per ekor ditambah 10 riyal pengiriman ke lokasi pemotongan.

Selain bisa membeli sendiri hewan dam di Ka'kiyah, ada juga jemaah haji, yang  proses pembelian hewan dam di koordinir oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang sudah bekerjasama dengan warga indonesia yang lama bermukim di Mekkah. Jemaah tidak lagi memilih, tetapi langsung dibawa ke rumah potong dan diperlihatkan hewan damnya. Selanjutnya, ketua rombongan yang membacakan doa atas nama jemaah haji satu per satu.

"Mau dikemanakan daging hewan dam tersebut, sepertinya sudah diserahkan ke rumah potong. Informasinya, daging dam itu dibekukan dan dikirim ke negara-negara muslim yang krisis pangan. Ada juga yang sudah diolah dan dikemas dalam kaleng," kata Hendra Wijaya.

Berdasarkan kesepakatan antara Islamic Development Bank  (IDB) dengan pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu diputuskan biaya pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia yang melaksanakan haji tamattu sebesar Rp 475 riyal atau setara Rp 1,9 juta, dengan kurs Rp 4000/riyal.

Adapun tempat pembayaran dilakukan di Kantor Pos Arab Saudi,  Bank Al-Rajhi, Badan Amal Jamiyah Hadiyat Al Hajj Mutkamir Al-khayriyah, dan Badan Amal  Jamiyah Namma Al-Khayriyah. (sin)

Editor: muhammad husin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved