Benarkah Wajah Bisa Pengaruhi Hasil Pileg? Caleg Digugat karena Foto Cantiknya

Belakangan ini Evi Apita Maya menjadi perhatian publik lantaran digugat oleh lawan politiknya, Farouk Muhammad, karena dianggap meng-edit foto kampany

Benarkah Wajah Bisa Pengaruhi Hasil Pileg? Caleg Digugat karena Foto Cantiknya
https://www.facebook.com/calon.maya.3
Evi Apita Maya, SH., MKn 

SRIPOKU.COM - Belakangan ini Evi Apita Maya menjadi perhatian publik lantaran digugat oleh lawan politiknya, Farouk Muhammad, karena dianggap meng-edit foto kampanyenya “di luar batas kewajaran” sehingga menjadi cantik dan menarik.

Namun, benarkah foto cantik bisa mempengaruhi elektabilitas seseorang sampai memenangkan pemilihan legislatif (pileg)?

Bacaleg Cantik Ini Relawan Peduli Pemberdayaan Perempuan dan Kaum Disabiltas

Caleg Cantik Ini Bikin Jingle Jangan Golput

Artikel Kompas.com, Senin (15/7/2019) yang berjudul "Kasus Foto Cantik, Calon Anggota DPD Evi Apita Maya Yakin Menang di MK" melaporkan bahwa memang ada warga yang memilih Evi hanya karena foto.

Seorang mahasiswa bernama Syukron (21), misalnya, mengaku telah memilih foto Evi karena terlihat muda dan cantik. Lalu, ada Furqon (26) yang berkata bahwa dia tidak tahu harus memilih yang mana, sehingga hanya memilih berdasarkan foto.

Pengakuan mereka sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menemukan bahwa penampilan seorang kandidat memang bisa mempengaruhi elektabilitasnya.

Wajah memang berpengaruh
Dilansir dari The Guardian, 17 Juni 2012, sekelompok peneliti dari Unviersity of California pernah melaksanakan sebuah eksperimen menarik, di mana beberapa kelompok orang diminta untuk memeriksa brosur mengenai dua politikus yang pura-puranya sedang mencalonkan diri di pemilihan kongres kota sebelah.

Setiap brosur berisi data dan foto seorang kandidat, tetapi foto tersebut telah dimodifikasi oleh para peneliti untuk membuat kandidat terlihat lebih kompeten atau kurang kompeten secara acak.

Meskipun para partisipan mengaku tidak memedulikan penampilan kandidat, penampilan yang lebih kompeten ternyata mendapatkan 13 persen suara lebih banyak daripada pesaingnya.

Para peneliti lantas menulis bahwa para partisipan secara sadar memperhatikan penampakan kandidat, tetapi kemudian merasa dapat mengabaikannya dan membuat keputusan rasional hanya berdasarkan data lainnya. Akan tetapi, nyatanya tidak demikian.

Hal yang sama juga ditemukan oleh para peneliti Princeton University yang mencoba untuk mensimulasikan eksperimen di atas, tetapi dengan kandidat benaran.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved