Ada Dugaan Wiko Juga Dianiaya Saat MOS , Keluarga dan Kuasa Hukum Melapor Ke Polresta Palembang

Pihak keluarga dan kuasa hukum Wiko Jerianda (16), korban dugaan kasus penganiyaan telah membuat laporan resmi ke SPKT Polresta Palembang pada Jumat (

Ada Dugaan Wiko Juga Dianiaya Saat MOS , Keluarga dan Kuasa Hukum Melapor Ke Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Keluarga dan kuasa Wiko melapor ke Polresta Palembang, melaporkan kejadian yang dialami Wiko saat Mos di Sma Taruna Indonesia 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Pihak keluarga dan kuasa hukum Wiko Jerianda (16), korban dugaan kasus penganiyaan di SMA Taruna Indonesia saat mengikuti MOS (Masa Orentasi Siswa), telah membuat laporan resmi ke SPKT Polresta Palembang pada Jumat (19/7) sekira pukul 23.00, tadi malam.

Dimana dalam laporannya pelapor Dedi Heriansyah SH (33) selalu kuasa hukum keluarga Wiko. Diduga Wiko menjadi korban penganiayaan.

Hal ini dikabarkan dari orang tua Wiko, yakni Suwito kepada pelapor. Wiko yang dirawat dirumah sakit selama 6 hari ini pun akhirnya menghembuskan nafas terkakhir pada pukul 20.00, di RS Charitas Palembang.

Menanggapi hal ini, Kasat Reskirm Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ya memang kita sudah mendengar sesuai konfirmasi terakhir juga pihak kita sudah menemui yang diduga korban penganiayaan," ungkap Yon saat dijumpai diruang Unit Pidum Polresta Palembang.

Lanjut Yon, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya pada jumat malam

"Memang benar yang bersangkutan ada, dan telah meninggal dunia. Namun kita telusuri lebih lanjut apakah memang sebab akibat atau hubungannya dengan SMA Taruna. Termasuk adanya tindak penganiayaan, karena itu kita juga masih menyelidiki dari laporan keluarga korban untuk pembuktian tersebut,"katanya.

Pantauan Sriwijaya Post di Polresta Palembang, juga terlihat belasan siswa SMA Taruna Berseragam hitam lengkap dengan sepatu PDLnya mendatangi unit Reskrim Polresta Palembang untuk dimintai keterangan oleh petugas.

Para siswa dan siswi tersebut juga didampingi oleh perwakilan wali kelas dari SMA Taruna Indonesia.

" Untuk beberapa siswa dalam proses penyelidikan ini ada yang kita mintai keterangan dan interogasi ,"katanya.

Sambung Kasat Reskrim Polresta Palembang ini, tidak menutup kemungkinan, kepala sekolah akan kembali didatangkan ke Polresta untuk keperluan interogasi.

" Mulai dari pihak pengajar maupun pembina yang terlibat dari pihak sekolah tersebut. Dan kejadian ini mungkin akan kita perdalam termasuk perkara sebelumnya yang sedang dlam proses berjalan ini di unit pidum polresta Palembang,"katanya. (diw).

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved