FBI Diminta Selidiki #AgeChallenge Aplikasi FaceApp yang Viral

Beberapa hari belakangan, warganet di seluruh dunia banyak mengunggah foto wajahnya yang terlihat jauh lebih tua dari sebenarnya. Tentu saja, foto itu

FBI Diminta Selidiki #AgeChallenge Aplikasi FaceApp yang Viral
https://www.instagram.com/
Ilustrasi - Rambut Ubanan dan Kulit Keriput BCL, Agnez Mo & Atta Halilintar. (@bclsinclair, @agnezmo & @attahalilintar) 

SRIPOKU.COM - Beberapa hari belakangan, warganet di seluruh dunia banyak mengunggah foto wajahnya yang terlihat jauh lebih tua dari sebenarnya. Tentu saja, foto itu bukanlah asli, melainkan efek dari aplikasi FaceApp yang sedang viral lewat tantangan #AgeChallenge.

Maraknya penggunaan FaceApp rupanya membuat pemerintah AS was-was soal privasi data pengguna yang bersangkutan. Senator AS Chuck Schumer bahkan meminta Biro Investigasi Federal (FBI) dan Komisi Perdagangan AS (FTC) untuk menyelidiki aplikasi tersebut.

Bahaya Tersembunyi di Balik Aplikasi FaceApp, Jangan Kaget kalau Foto Anda Muncul di Sebuah Reklame!

Begini Rambut Ubanan dan Kulit Keriput BCL, Agnez Mo & Atta Saat Tua Nanti Menurut Aplikasi FaceApp

Kekhawatiran Schumer didasarkan pada negara asal sang aplikasi. FaceApp dikembangkan oleh perusahaan asal Rusia bernama Wireless Lab.

"Saya meminta FBI untuk melihat apakah data pribadi yang diunggah oleh jutaan orang di AS ke FaceApp akan berpindah tangan ke pemerintah Rusia, atau entitas yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia," tulis Schumer.

Schumer juga menyoroti ketentuan layanan FaceApp yang dinilai bisa mengelabui pengguna soal keamanan data pribadi yang dikumpulkan dan siapa saja yang bisa mengaksesnya.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Komite Nasional Demokrat (DNC). Chief Security Officer Bob Lord bahkan meminta semua pejabat DNC untuk menghapus aplikasi tersebut di ponselnya.

"Tidak jelas apa risiko privasi yang akan dihadap. Tapi yang jelas, menghindari aplikasi memberikan manfaat lebih besar ketimbang risikonya," kata Lord. DNC sendiri memang pernah mengalami pengalaman buruk berkaitan dengan pemerintah Rusia.

Pada 2015 dan 2016, jaringan komputer DNC pernah dibobol hacker. Beberapa hli keamanan siber dan pemerintah AS menuding pemerintah Rusia adalah dalangnya.

Dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (19/7/2019) FaceApp sendiri telah mengetahui adanya kekhawatiran tersebut dan mengatakan bahwa data pengguna tidak akan dikirim ke Rusia.

"Meskipun tim riset dan pengembangan inti berada di Rusia, data pengguna tidak akan ditransfer kesana. Kebanyakan gambar dihapus dari server kami dalam 48 jam setelah diunggah," jelas FaceApp.

"Kami juga tidak menjual atau memberikan data pengguna kepada pihak ketiga," lanjut FaceApp.

FaceApp menggunakan server AWS dan Google Cloud untuk penyimpanan data. Popularitasnya melesat karena #AgeChallenge. Sejak 10 Juli lalu, aplikasi ini telah diunduh sebanyak 13 juta kali.

Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Sumber: TechCrunch

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://tekno.kompas.com/ dengan Judul:
FBI Diminta Selidiki Aplikasi #AgeChallenge FaceApp yang Viral

Tags
FaceApp
FBI
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved