Berita OKU Timur

Kekeringan dan Tanah Retak-retak, Ratusan Hektar Sawah Tadah Hujan di OKU Timur Terancam Gagal Panen

Kekeringan dan Tanah Retak-retak, Ratusan Hektar Sawah Tadah Hujan di OKU Timur Terancam Gagal Panen

Kekeringan dan Tanah Retak-retak, Ratusan Hektar Sawah Tadah Hujan di OKU Timur Terancam Gagal Panen
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Kekeringan dan Tanah Retak-retak, Ratusan Hektar Sawah Tadah Hujan di OKU Timur Terancam Gagal Panen 

 Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Musim Kemarau uang sudah mulai melanda sejak beberapa Minggu terakhir mulai dirasakan oleh masyarakat terutama petani padi.

Selain pasokan air bersih di sumber air warga yang mulai mengering, lahan sawah yang mengandalkan air hujan mulai mengering dengan tanah yang mulai retak sehingga mengancam matinya tanaman padi yang sudah mulai mengeluarkan buah.

Meski kemarau baru beberapa Minggu, namun petani sudah mulai merasakan dampaknya.

14 Selebriti Ini Terkenal Menggunakan Nama Alias, Jangan Kaget Lihat Nama Asli Mereka, Beda Banget!

Pernah dengar Istilah Jodoh Wajahnya Mirip? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya, Terungkap Fakta Ini

5 Bulan di Penjara, Kondisi Ahmad Dhani Diungkap Mita The Virgin Legandaris yang Sesungguhnya

Lahan sawah tadah hujan petani mulai kehabisan stok air sehingga sebagian petani terpaksa melakukan pengairan dengan cara menyedot dari sumur bor.

Namun sejumlah petani lainnya hanya bisa pasrah dan berharap hujan turun untuk mengairi lahan sawah mereka yang mulai mengering.

"Sawah mulai mengering. Tanaman padi mulai menguning. Mudah-mudahan hujan segera turun agar musim tanam kali ini bisa diselamatkan," ungkap Yusra salah satu petani sawah tadah hujan diwilayah kecamatan Madang Suku II Kamis (18/7/2019).

Kebun Tebu Milik PT LPI di OKU Timur Terbakar Tiga Kali, Tanaman Tebu Seluas 1,70 Hektare (Ha) Ludes

9 Youtuber Korea Selatan Ini Fasih Berbahasa Indonesia, Nomor 3 Terkenal dan Putuskan Jadi Mualaf

Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan Suaminya, Mardiah Minta Kembalikan Kepala dan Tangan Suaminya

Petani kata dia tidak bisa berbuat banyak untuk menyelematkan tanaman padi mereka selain berdoa. Karena untuk mengairi menggunakan sumur bor tidak semua petani memilikinya.

Sedangkan saluran irigasi belum bisa dinikmati karena lokasi sawah mereka yang tidak dilewati oleh saluran irigasi.

Yusra mengaku sangat khawatir padinya akan mengalami gagal panen karena sudah beberapa hari terakhir lahan sawahnya mulai kering bahkan tanahnya mulai retak.

Lahan sawah yang dimilikinya saat ini seluas tiga Hektare (Ha) dilanda kekeringan.

Biasanya kata dia, hasil panen untuk lahan sawah yang digarapnya sekitar 21 ton padi.

Namun jika melihat kodisi kekeringan saat ini diperkirakan hasil panen akan mengalami penurunan bahkan bisa jadi mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved