Berita OKU Timur

Kebun Tebu Milik PT LPI di OKU Timur Terbakar Tiga Kali, Tanaman Tebu Seluas 1,70 Hektare (Ha) Ludes

Kebun Tebu Milik PT LPI di OKU Timur Terbakar Tiga Kali, Tanaman Tebu Seluas 1,70 Hektare (Ha) Ludes

Kebun Tebu Milik PT LPI di OKU Timur Terbakar Tiga Kali, Tanaman Tebu Seluas 1,70 Hektare (Ha) Ludes
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA, HANDOUT
Petugas pemadam kebakaran dari PT LPI saat memandamkan kebakaran tanaman tebu di wilayah Kabupaten OKU Timur 

 Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten OKU Timur sempat terjadi di perusahaan perkebunan PT Laju Perdana Indah (LPI) sehingga menimbulkan hotspot di Kabupaten OKU Timur.

Bahkan kebakaran perkebunan tebu tersebut sempat terjadi hingga tiga kali.

Hal itu diungkapkan kepala BPBD OKU Timur Mgs Habibullah SIP MM dikonfirmasi Kamis (18/7/2019).

Meski api berhasil dipadamkan kata dia, namun dampak dari kebakaran tersebut menimbulkan munculnya hotspot ketika dilakukan pemantauan.

FaceApp Aplikasi Merubah Wajah Jadi Tua, Cara Buat Age Challenge Hits di Instagram para Artis

Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani Harap Pusat Oleh-oleh Banyuasin Jadi Perhatian

Tiga Warga Sumsel Tewas Bentrok Berdarah Register 45 Mesuji Lampung, Polda Sumsel Kirim 140 Personil

Menurut Habib, kebakatan pertama kali terjadi pada Jumat (12/07/2019) lalu dengan lokasi Desa Bungin Kecamatan Semendawai Timur pada pukul 18.35 dengan luas lahan yang terbakar seluas 1,70 hektare (Ha).

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran PT LPI.

Kemudian kebakaran kembali terjadi pada Senin (15/07/2019) di Desa Cahayanegeri Kecamatan Semendawai Suku III.

Akibat kebakaran tersebut menyababkan munculnya hotspot. Setelah api berhasil dipadamkan kebakaran kembali terjadi Rabu (17//07/2019).

Namun api belum sempat meluas membakar lahan tebu karena petugas pemadaman kebaran perusahaan bergerak cepat melakukan pemadaman.

"Penyebab sementara diduga oleh perbuatan oknum tidak bertanggungjawab. Namun pelaku belum diketahui. Kita sudah mengingatkan kepada pihak perusahaan perkebunan agar waspada dan petugas pemadam kebakaran harus selalu siaga karena saat ini sedang musim kemarau dan tanaman tebu gampang terbakar," katanya.

Cerita Fitri Oktavia Korban Kecelakaan Maut di Ruas Tol Lampung, Berniat Buka Ponpes di Baturaja OKU

Kecanduan Bermain Gawai Pada Anak Ternyata Sama dengan Kecanduan Narkoba, Ini Penjelasannya

Video: Rekonstruksi Kasus Mutilasi Karoman di ogan ilir, Tersangka Ibrahim Lakukan Adegan Per Adegan

Selain mengingatkan perusahaan kata Habib, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada karena pada musim kemarau rentan terjadi musibah kebakaran. Baik kebakaran lahan maupun hutan bahkan kebakaran pemukiman.

Bahkan lanjut Habib, untuk mengantisipasi terjadi kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda menerbitkan maklumat kesepakatan Nomor: 022/SPK/BPBD.SS/2019. Nomor:MAK/04/VII/2019. Nomor: MoU/08/VII/2019. Larangan pembakaran lahan atau ilalang/semak belukar.

"Bagi yang melanggar akan ada sanksi," katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved