Berita Palembang

Izin Sekolah SMA Taruna Indonesia Terancam Dicabut Jika Terbukti Melakukan Pelanggaran Ini

Izin sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang yang menerapkan sistem semi militer dalam proses belajar mengajarnya itu terancam dicabut.

Izin Sekolah SMA Taruna Indonesia Terancam Dicabut Jika Terbukti Melakukan Pelanggaran Ini
TRIBUN SUMSEL.COM/MELISA
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Widodo ketika ditemui di Rumah Sakit RK Charitas, Rabu (17/7/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus kekerasan pada Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus Palembang yang berakhir pada jatuhnya korban, hingga kini masih terus bergulir.

Akibatnya, izin sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang yang menerapkan sistem semi militer dalam sistem belajar mengajarnya itu terancam dicabut.

Hal ini disampaikannya Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo ketika ditemui di Rumah Sakit RK Charitas sesaat setelah menjenguk kondisi Wiko, salah satu siswa SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus Palembang yang diduga menjadi korban kekerasan saat mengikuti MOS di sekolah tersebut.

"Apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran berat yang dilakukan secara terstruktur, maka izin sekolah tersebut bisa dicabut. Misalnya, sebelum mengajar apakah pihak sekolah memberitahu ke guru mengenai batas maksimal hal-hal yang boleh dilakukan. Kalau tidak, berarti itu terstruktur. Maka bisa kita cabut izin sekolahnya,"ujar Widodo, Rabu (17/7/2019).

"Tapi perlu dilihat lagi apakah itu pelanggaran terstruktur atau penyimpangan oleh oknum. Sebab sekarang kami masih dalam tahap evaluasi,"sambungnya.

7026 Peserta Ikuti USMB Unsri, Tersedia 2213 Kursi, Pengumuman 21 Juli di laman www.usm.unsri.ac.i

Bopeng, Pelaku Jambret Warga Kalideres Jakarta Barat di Palembang Dilumpuhkan dengan Tembakan

Selain Menggagahi Anak Tirinya hingga Hamil, Warga Banyuasin Ini Pernah Merudapaksa Anak Kandungnya

Widodo menjelaskan, sejatinya masa orientasi siswa merupakan momen pengenalan lingkungan sekolah bagi para peserta didik baru.

Bukan justru dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan kekerasan fisik pada orang lain.

"Walaupun itu sekolah semi militer, pelatihan fisik ada ukurannya. Saat melampaui ukuran batas kemampuan fisik, maka seperti ini hasilnya. Terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,"kata dia.

Sebelumnya, masyarakat dikagetkan dengan kabar tewasnya Delwyn Berli Juliandro (14) karena mengalami kekerasan saat mengikuti MOS di sekolah SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus Palembang, Sabtu (13/7/2019).

Tak cukup sampai disitu, terungkap pula bahwa ada satu korban lain atas nama Wiko Jerianda (16) yang juga diduga kuat menjadi korban atas kasus yang sama.

Saat ini kondisi Wiko masih belum sadar dan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit RK Charitas Palembang. (Tribunsumsel.com/Elm)

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved