Berita Palembang

Biodisel 30 atau B30 Sukses Indonesia akan Tekan Puluhan Juta Ton Impor Solar, Harga Sawit Stabil

Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang akan menerapkan biodisel B30 tahun depan jika rangakaian tes yang dilakukan saat ini sukses.

Biodisel 30 atau B30 Sukses Indonesia akan Tekan Puluhan Juta Ton Impor Solar, Harga Sawit Stabil
TRIBUN SUMSEL.COM/HARTATI
Forum Grup Discution (FGD) root map Sawit Indonesia di Hotel Aryaduta, Rabu (17/7/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang akan menerapkan biodisel B30 tahun depan jika rangakaian tes yang dilakukan saat ini sukses.

Penerapan biodisel 20 (B20) juga sudah menjadikan Indonesia leader penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga kini karena belum banyak negara yang menerapkan campuran minyak dan turunan kelapa sawit ini.

Yunita Ariani Kepala Seksi Pengawasan Usaha Bio Energi Kementrian ESDM mengatakan diperlukan waktu satu tahun untuk uji coba B30 yang dilakukan pada semua jenis kendaraan mulai dari mobil, kapal hingga pesawat terbang.

Jika B30 sukses dan lancar pada tahap tes nanti tahun depan akan diterapkan. Bila berhasil maka bisa menggantikan solar sembilan juta ton.

"Penerapan B20 sukses menggantikan impor solar enam juta ton, jika B30 berhasil maka akan lebih banyak lagi impor solar yang bisa digantikan," ujarnya di sela pertemuan roof Map Kelapa Sawit Nasional Sumatera II di Aryaduta, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, dengan pengembangan B30 ini bisa menekan impor puluhan juta ton solar.

Tabrak Istri Sirinya, Warga Lubuklinggau Ini Mendekam dalam Sel Tahanan Polsek Lubuklinggau Utara

Orangtua Obby Frisman Minta Keadilan Hukum, Tersangka Kasus MOS SMA Taruna Indonesia di Palembang

Wiko Pelajar SMA Taruna Indonesia Palembang Masih Dirawat, Ini Penjelasan Tim Dokter RSRK Charitas

Yunita mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor minyak terbesar dunia, berbeda dengan 10 tahun lalu yang menjadi negara pengekspor minyak.

Jika kondisi ini tidak diantisipasi maka impor minyak akan semakin membengkak. Oleh sebab itulah biodisel 30 itu harus sukses.

Sementara itu, Ketua Apindo Sumsel, Sumardjono Saragih menyambut baik rencana penerapan B30 sebab jika terealisasi bisa mendongkrak konsumsi CPO dalam negeri karena selama ini konsumsi sawit dalam negeri hanya 30 persen dan sisanya masih bergantung pada pasar internasional.

Jika pasar internasional menekan aturan ekspor maka harga sawit akan anjlok yang juga berimbas domino pada petani sawit hingga menyebabkan kerugian juga berujung PHK atau membayar upah murah pada pekerja karena hasil jual sawit tidak sebanding dengan biaya produksi.

"Kalau konsumsi domestik naik tidak ada kendala lagi kita jika pasar internasional menekan CPO Indonesia karena masih bisa berharap pada konsumsi lokal," ujarnya. (Tribunsumsel.com/Hartati)

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved