Kuota KPR Rumah Murah Telah Habis, DPD REI Minta Pemerintah Segera Merelaksasi Aturan SLF

relaksasi tersebut mendesak dilakukan mengingat kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah dengan skema FLPP telah habis pada September mendatang.

Kuota KPR Rumah Murah Telah Habis, DPD REI Minta Pemerintah Segera Merelaksasi Aturan SLF
Rumah
Perumahan Subsidi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumsel meminta pemerintah segera merelaksasi aturan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Rumah Murah sesegera mungkin.

Ketua DPD REI Sumsel, Bagus Pranajaya Salam mengatakan relaksasi tersebut mendesak dilakukan mengingat kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah dengan skema FLPP telah habis pada September mendatang.

"Ada sisa waktu tiga bulan hingga akhir tahun untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat Sumsel lewat skema BP2BT. Jika seandainya relaksasi bisa dilaksanakan maka usia KPR bisa sampai Desember," katanya, Selasa (16/7/2019).

Pemilik Mobil Pribadi yang Melintasi Jalan Perkebunan PT MAR Dikenai Bayaran oleh Oknum Warga

Awalnya Mau Cari Buah Durian , Pria Di Lahat Ini Temukan Bunga Bangkai 2,5 Meter

Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) merupakan program subsidi perumahan yang diusung oleh Bank Dunia bagi masyarkat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki rekam jejak perbankan.

Dalam skema BP2BT, pemerintah akan memberikan subsidi uang muka hingga 25 persen yang bisa dilanjutkan peserta dengan tabungan yang dimiliki.

"Skema ini memang kelemahannya adalah harus menyertakan SLF yang saat ini masih belum sepenuhnya bisa diterapkan di Sumsel. Baru di kota Palembang saja yang bisa," jelasnya.

Dia pun berharap pengajuan permohonan SLF kepada Pemda bisa sesederhana seperti pengajuan Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi.

Diperankan Aktor Jefri Nichol, Kisah Petinju Legendaris Ellyas Pical Akan Di Angkat ke Layar Lebar

DPRD Sumsel akan Panggil Diknas dan Pihak SMA Taruna Palembang, Boy: Bila Perlu Sekolah Itu Ditutup

"Target penyaluran rumah kita 12.000 ribu rumah dan sampai saat ini baru 6.500 sementara kuota sudah habis. Kalau ketambahan lagi aturan SLF yang lambat maka bisa jadi akad kredit rumah tidak bisa dilakukan dan target susah dicapai," ujarnya.

Kepala Cabang BTN Palembang, Daulat Marpaung menjelaskan meski tidak seperti skema KPR FLPP produk kredit dengan skema BP2BT akan tetap diminati masyarakat karena rumah merupakan kebutuhan primer.

Menurutnya, kondisi habisnya kuota rumah subsidi ini tidak hanya terjadi di Sumsel namun juga di seluruh Indonesia. Apalagi, memang yang menjadi tantangan adalah skema tersebut merupakan skema baru bagi pembiayaan perumahan sehingga masih membutuhkan sosialisasi.

"Itu yang kita dorong sehingga bisa akad kredit. Kami masih menunggu relaksasi aturan SLF. Harapannya Juli ini aturan sudah bisa keluar." jelasnya.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved