Berita OKU Timur

715,75 Hektare Sawah Petani di Kabupaten OKU Timur Diserang Hama Wereng Batang Cokelat (WBC)

715,75 Hektare Sawah Petani di Kabupaten OKU Timur Diserang Hama Wereng Batang Cokelat (WBC)

715,75 Hektare Sawah Petani di Kabupaten OKU Timur Diserang Hama Wereng Batang Cokelat (WBC)
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Salah satu lahan sawah petani yang diserang hama Wereng Batang Coklat (WBC) 

715,75 Ha Sawah Petani di Kabupaten OKU Timur Diserang Hama Wereng Batang Cokelat (WBC)

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan merilis luas lahan pertanian padi petani yang diserang hama Wereng Batang Cokelat (WBC) seluas 715,75 Hektare (Ha).

Lahan yang diserang hama wereng cokelat tersebut sekitar 1,5% dari total keseluruhan tanaman padi masyarakat OKU Timur pada musim tanam April Mei dan Juni 2019.

Adapun luas tanaman padi di lahan persawahan petani pada periode April Mei dan Juni 2019 seluas 47.949 Ha.

"Untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama wereng coklat tersebut Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur bersama semua jajaran yang ada di lapangan baik kelompok tani maupun petani melakukan pengamatan dan gerakan pengendalian agar serangan hama wereng tidak meluas ke lahan sawah petani lainnya," ungkap kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Sujarwanto, Selasa (16/7/2019).

Pengawasan di tingkat lapangan, kata dia, dilakukan baik oleh PPL maupun oleh petani untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen dan meluasnya serangan hama wereng cokelat pada tanaman padi sebelum musim panen.

Musim panen pertengahan tahun 2019 diperkirakan akan jatuh sekitar beberapa bulan ke depan.

"Untuk mengantisipasi serangan hama serupa pada musim tanam selanjutnya petani dianjurkan untuk melakukan pergantian musim tanam dari padi ke palawija dengan tujuan untuk memutus mata rantai serangan hama wereng maupun hama padi lainnya," katanya.

Selain itu, upaya lainnya untuk memutus mata rantai serangan hama pada tanaman padi petani adalah dengan melakukan pergantian penanaman varietas padi seperti contoh musim tanam awal tahun petani menanam padi varietas mekongga dan untuk musim tanam kedua diganti dengan Ciherang atau varietas padi lainnya.

"Dengan demikian maka siklus serangan hama bisa terputus karena varietas padi yang diganti atau karena pola tanam yang diselingi dengan palawija," katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved