KAPOLDA SUMSEL : Korban Meninggal Akibat Pukulan Benda Tumpul, Obi Frisman Ditetapkan Tersangka

Jendral Bintang Dua ini mengatakan, peristiwa ini membuat pihaknya sangat prihatin, karena zaman sekarang masih ada saja kekerasan terhadap siswa baru

KAPOLDA SUMSEL : Korban Meninggal Akibat Pukulan Benda Tumpul, Obi Frisman Ditetapkan Tersangka
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli didampingi Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, Kabid Humas, Kombes Pol Suryadi dan Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara, saat mengelar kasus tersangka OBI Frisman, atas kematian siswa Taruna Indonsia, DB, Senin (15/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Terkait ditetapkannya tersangka Obi Frisman (24), seorang pembina atas meninggalnya siswa Taruna Indonesia, yakni DB (14), saat Mos (Masa Orentasi siswa), Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli angkat bicara, Senin (15/7).

Didampingi Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, para PJU, dan anggota Sat Reskrim Polresta Palembang, Kapolda Sumsel, menyesalkan perisitiwa itu terjadi.

"Kita semua prihatin dimana dalam proses pendidikan ini, masih ada istilah perpeloncoan yang mengakibatkan korban, atas nama DB meninggal dunia karena kekerasan (penganiayan)," ungkap Kapolda Sumsel, saat gelar perkara di Mapolresta Palembang.

Jendral Bintang Dua ini mengatakan, peristiwa ini membuat pihaknya sangat prihatin, karena zaman sekarang masih ada saja kekerasan terhadap siswa baru. " dimana diketahui pada 13 juli 2019, korban mengikuti kegiatan pembinaan mental yang diselenggarakan sekolah SMA Taruna Indonesia," Ungkapnya.

Lanjutnya, namun saat itulah korban mengalami kekerasan yang dilakukan oleh tersangka OBI, dan dipukuli dengan bambu berukuran kecil, sepanjang 1 meter.

" Terkuaknya kasus ini, setelah korban meninggal dunia barulah dibawa ke RS. Dan baru keluarga korban melapor ke Polresta Palembang palembang," ungkapnya lagi.

" ini awalnya kita kerja untuk melakukan penyelidikan untuk mengungkap kenapa ada korban meninggal dunia di dalam proses pembinaan mental di sekolah.

Setelah memeriksa saksi. Sebanyak 21 orang yang kita mintai keterangan. Dan kita sudah lakukan otopsi jenazah menggunakan ahli labfor kedokteran forensik bhayangkara Polda Sumsel. Lalu keterangan saksi dan hasil forensik kita cocokkan. Ternyata korban telah mengalami kekerasan akibat benda tumpul di tubuh korban," katanya lagi.

Sambungnya, berdasarkan alat bukti bambu yang ditemukan di TKP (Tempat kejadian perkara, keterangan saksi-saksi, barulah ditentukan pelakunya, dan menjurus pada Obi,

"Alhamdulilah tidak lebih dari 27 jam, usai dari kematian korban DB, pelaku pun kami tetapkan yakni Obi Frisman," tegasnya.

Lebih jauh Firli menuturkan, pihaknya juga sudah melakukan kajian mendalam terhadap tersangka, yang sudah melakukan kekerasan terhadap korban.

"Kita juga masih melakukan penyelidikan dan Polri juga melakukan pendampingan terhadap ibu korban supaya tidak trauma," ungkapnya.

Selain itu, Polresta Palembang juga akan bekerja sama dengan pihak terkait, dinas terkait, mengenai perbaikan mengenai pendidikan sebelum masuk orentasi (Mos).

Ketika ditanya terkait kekerasan dialami korban, Firli menuturkan, sesuai dengan alat bukti yang didapatkan di lapangan," Korban mendapatkan kekerasan benda tumpul di kepalanya sebelah kanan, dipukul dengan bambu," ungkapnya.

Atas ulahnya, pelaku akan dijerat pasal UU perlindungan anak nomor 35 tahun 2015 pasal 80 76, dengan hukuman 15 tahun penjara. (diw).

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved