Terindikasi Narkoba Langsung Gugur, 147 Bakal Calon Kepala Desa di Kabupaten PALI Dites Urine

Sebanyak 147 bakal calon kepala desa di Kabupaten PALI dilakukan tes urine sebagai salah satu rangkaian persyaratan pemilihan Kepala desa.

Terindikasi Narkoba Langsung Gugur, 147 Bakal Calon Kepala Desa di Kabupaten PALI Dites Urine
SRIPOKU.COM/CR2
Bakal calon kepala desa saat mengikuti rangkaian tes urin sebagai tahapan pemilihan kades di Kabupaten PALI. 

Terindikasi Narkoba Langsung Gugur, 147 Bakal Calon Kepala Desa di Kabupaten PALI Dites Urin 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan 

SRIPOKU.COM, PALI -- Sebanyak 147 bakal calon kepala desa di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) dilakukan tes urine sebagai salah satu rangkaian persyaratan pemilihan Kepala desa. 

Jika bakal calon Kades dinyatakan postif narkoba, maka tentu langsung dinyatakan gugur oleh pihak panitia Cakades dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Daerah (DPMD) PALI. 

Kepala DPMD PALI, A Ahmad Gani mengatakan, sebanyak 147 calon kades mengikuti tes urine ini sebagai rangkaian persyaratan pemilihan kepala desa yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel.

Dari 147 bakal calon kades yang mengikuti tes urin ini terdiri dari 138 orang bacakades laki-laki dan 9 bacakades perempuan.

"Tentu, jika dari mereka salah satunya positif narkoba, dipastikan langsung gugur. Nanti kita umumkan hari Selasa (16/7/2019)," ungkap Gani, Minggu (14/7/2019).

Sementara, Ika Wahyu Hindaryati, SKM, M.Si selaku ketua tim yang juga kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN Provinsi Sumsel mengatakan, tes urine ini merupakan rangkaian instruksi presiden nomor 6 tahun 2018 dimana semuanya harus terlibat dalam sistem rencana aksi Nasional tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dari pada narkoba.

"Narkoba sekarang bukan masalah yang sepele, harus ada kekompakan semua komponen bangsa, warga negara untuk memberantasnya," ungkap Ika. 

Menurut dia, kegiatan ini merupakan skrining awal untuk pendeteksian apakah bakal calon kades mengkonsumsi narkoba atau tidak.

“Ini merupakan Pencegahan awal untuk mendeksi bahawa orang itu terlibat tidak. Kalo Kadesnya terlibat bagaimana dia membina warga desanya," ujarnya. 

"Kita berharap tentunya bagaimana dalam sebuah desa itu bersih atau bebas dari narkoba, sehingga bisa mendapat predikat desa bersinar," jelasnya.(cr2)

-------- 

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved