Berita Musi Banyuasin

Pernikahan Bocah di Kelurahan Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba Jadi Sorotan Pemerintah

video pernikahan bocah di sosial media yang terjadi di Kelurahan Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin mendapat sorotan Pemerintah.

Pernikahan Bocah di Kelurahan Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba Jadi Sorotan Pemerintah
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Pernikahan dua bocah dibawah umur viral, terjadi di Kelurahan Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.CON, SEKAYU - Viralnya video pernikahan bocah di sosial media yang terjadi di Kelurahan Ngulak Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendapat sorotan dari Pemkab Muba.

Dimana, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muba bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Muba akan segera mengkonfirmasi kebenaran akan berita tersebut.

"Prinsipnya kita sudah ada Peraturan Bupati nomor 46 tahun 2018 terkait pencegahan pernikahan di usia dini, dijelaskan bahwa usia anak di bawah 18 tahun kita mencegah untuk pernikahan," kata kepala DPPPA Muba, Dewi Kartika SE MSi saat dimintai keterangan, Jum'at (12/7/19).

Lanjutnya, tapi hanya mencegah tidak bisa melarang karena ketentuan batas usia menikah yang diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan batas minimal usia perkawinan perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

"Kejadian ini anak usia 14 tahun, jelas pernikahannya melanggar UU tentang perkawinan, "ungkapnya.

Jenazah Chelsea Olivia Ditemukan 10 Meter dari Tempatnya Tenggelam di Sungai Musi Kabupaten Muba

Agus Pramono, Warga Asal Pulau Jawa Jatuh dari Tangga Scaffolding Setinggi 5 Meter saat Mengecat

Ini Kronologi Pernikahan Cilik di Musi Banyuasin, Antara Baru Tamat SD dan Pelajar SMP yang Viral

Sementara, Kepala Dinkominfo Muba, Herryandi Sinulingga AP menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, pihaknya Senin nanti bersama Pemkab melalui DPPPA Kabupaten Muba bersama UPPA Polres Muba akan mengkonfirmasi ke pihak terkait kenapa ini bisa terjadi.

"Ini jelas ada pelanggaran hak anak yaitu hak pengasuhan dan merencanakan masa depan, hak pendidikan, hak kesehatan dan kedepan rentan terhadap kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya seperti yang tertuang dalam Perda Muba nomor 11 tahun 2018 tentang perlindungan anak. Kami berharap kiranya kejadian ini tidak terulang kembali mari kita jaga bersama masa depan anak-anak kita dan mari terus kita sosialisasikan bersama-sama sehingga kejadian tidak terulang kembali,"ungkapnya.

Camat Sanga Desa, Suganda, membenarkan prihal terkait pernikahan tersebut setelah pihaknya ke rumah mempelai tidak ada paksaan antara keduanya.

"Ya, benar terkait pernikahan tersebut mereka mengakui tidak ada paksaan terkait pernikahan. Namun, hal inj melanggar undang-undang terkait usai pernikahan,"ujarnya.

Sebagai informasi tersebut, video yang berdurasi 14 detik yang melihatkan sepasang bocah laki-laki dan perempuan ketika memakai pakaian pengantin saling suap-suapan.

Bocah perempuan berusia 14 tahun masih duduk di kelas VI SD sementara bocah mempelai pria itu disebut masih duduk di kelas II SMP. Pernikahan tersebut berlangsung, Kamis 11 Juli 2019 lalu.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved