Berita Muaraenim

Idealnya Jabatan Kades Seorang Sarjana, Ini Kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa

Melihat beratnya beban tugas seorang Kepala Desa (Kades) yang harus diemban, idealnya jabatan Kepala Desa (Kades)lulusan Sarjana.

Idealnya Jabatan Kades Seorang Sarjana, Ini Kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Emran tabrani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Muaraenim. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Melihat beratnya beban tugas seorang Kepala Desa (Kades) yang harus diemban, idealnya jabatan Kades lulusan Sarjana.

"Tugas Kades itu cukup berat karena harus mengurus warganya selama 24 jam penuh, mengurusi warganya dari lahir sampai mati. Belum lagi harus menyusun Musrenbangdes, makanya idealnya jabatan Kades itu pendidikannya Sarjana. Tapi aturan ditentukan minimal Sekolah Menengah Pertama," ujar Emran Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Emran Tabrani, Jumat (12/7/2019).

Menurut Emran, tugas kades itu cukup berat karena mengurus warga selama 24 jam penuh, tidak siang ataupun malam Kades harus siap.

Maka dari itu idealnya pendidikan paling rendah seorang Kades sepatutnya sarjana tidak lagi hanya sebatas Sekolah Menengah Pertama.

Jenazah Chelsea Olivia Ditemukan 10 Meter dari Tempatnya Tenggelam di Sungai Musi Kabupaten Muba

Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya Berharap Rektor Terpilih Bisa Pro ke Mahasiswa

Tiga Calon Rektor Unsri (Universitas Sriwijaya) Lolos ke Tahapan Selanjutnya, Berikut Biodatanya

Apalagi saat ini, seorang kades juga harus mampu melakukan Penyusunan Rancangan Program Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang mana didalamnya ada peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat desa.

"Salah satu syarat untuk menjadi seorang Kades adalah membuat RPJMDes yang harus dibuat enam bulan sejak dilantik. Seperti program pelayanan kesehatan, Pamsimas air bersih, dan lain-lain," katanya.

Kemudian Emran mengatakan Program Pamsimas ini harus benar-benar disikapi dan diprioritaskan atas perbaikan dan penyediaan air bersih. Maka dari itu Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan program Pamsimas ini agar masuk kebagian dari BUMDes.

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan dan menggodok agar Pamsimas digabungkan kedalam BUMDes. Harapan kita dengan masuknya Pamsimas kedalam BUMDes maka Program air bersih ini akan tetap berjalan dan berkelanjutan. Maka dari itu Pelatihan ini ditujukan untuk membantu penyusunan jangka menengah para kepala desa.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved