Berita Ogan Ilir

Diprediksi Musim Kemarau Mirip 2015, BPBD Ogan Ilir Tarik Personel di Seluruh Kecamatan

BPBD Ogan Ilir mulai menghadapi ancaman baru. Dimana menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Diprediksi Musim Kemarau Mirip 2015, BPBD Ogan Ilir Tarik Personel di Seluruh Kecamatan
SRIPOKU.COM/RESHA
Kebakaran lahan dan hutan (Karhutlah) yang terjadi di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir beberapa hari yang lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, OGAN ILIR-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir mulai menghadapi ancaman baru. Dimana menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki masa Kemarau El-Nino.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala BPBD Ogan Ilir, Jamhuri saat dikonfirmasi Jumat (12/7/2019). Ia mengatakan, Pekan ke-3 Bulan Juli ini menjadi waktu yang paling bedar kemungkinannya terjadi kemarau tersebut.

"Yang jelas minggu ke-3 ini kita akan antisipasi sekali. Karena BMKG telah memaparkan, tidak ada lagi warna orange dalam peta. Semuanya coklat," ujarnya saat dihubungi.

Ia menjelaskan, dari diagram warna tersebut maksud dari warna coklat tersebut adalah tidak adanya intonasi hujan sama sekali. Jika diagram warna di peta ada berwarna orange, maka ada sedikit intonasi hujan.

"Diprediksi sampai bulan Oktober, itu menurut BMKG," ungkapnya.

TV Online Indosiar & Link Live Streaming Semen Padang vs Arema FC Liga 1 2019, Bisa Nonton Lewat HP

TV Online Indosiar Video Link Live Streaming Semen Padang vs Arema FC Liga 1 2019, Bisa Nonton di HP

Ia melanjutkan, kondisi ini sangat persis dengan kejadian tahun 2015 lalu. Di mana pada tahun itu, curah hujan sangat minim.

Imbasnya, menuruh Jamhuri, selain cuaca panas juga bermunculan titik api penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut data BPBD Ogan Ilir, setidaknya ada sekitar 1.200 lebih titik api yang terjadi di tahun 2015. Angka tersebut mengalami penurunan pada 2016 (sekitar 600 titik api), 2017 (900 titik api), dan 2018 (168 titik api).

"Nah di Tahun 2019 awal sampai bulan 7 saat ini, lebih kurang 20 titik api yang terbakar," terangnya.

Guna mengantisipasi ancaman tersebut, pihaknya akan menarik seluruh personel BPBD Ogan Ilir yang berada di wilayah kecamatan, per 15 Juli nanti.

Hal tersebut untuk memudahkan koordinasi dan pergerakan, agar jika terjadi Karhutla maka personel bisa langsung dikerahkan secara maksimal.

"Satgas kita seluruhnya 87 orang. Mobil tangki 1 unit dan rescue 1 unit," ungkapnya.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, personel yang tak maksimal akan menyulitkan pemadaman titik api. Apalagi, jija Karhutlah terjadi di wilayah yang sulit dijangkau oleh kendaraan BPBD Ogan Ilir.

"Seperti beberapa hari yang lalu, kebakaran di Desa Pulau Semambu. Tiba-tiba ada lagi di Desa Palemraya, kita keteteran. Makanya kita minimalisir hal tersebut," jelasnya.

Ketua Tim PKK Sumsel Febrita Ingin Pempek Udang Sungsang Go Internasional

4 Artis Tajir Ini Berikan Hadiah Mewah Untuk Buah Hati, No 4 Sampai Keluar Kocek 9 Miliar Rupiah!

Ashanty dan Anang Berikan Kado Mobil Mewah, Krisdayanti Berikan Kado Ini ke Aurel Hermansyah

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved