Setelah Rumah Makan, Bapenda Ogan Ilir Bidik Reklame Nakal Demi Genjot PAD

Usai menertibkan Rumah Makan , kali ini Bapenda Ogan Ilir akan membidik Reklame yang belum pula membayarkan kewajiban pajaknya.

Setelah Rumah Makan, Bapenda Ogan Ilir Bidik Reklame Nakal Demi Genjot PAD
SRIPOKU.COM/RESHA
Ilustrasi reklame yang terletak di Jalan Palembang - Prabumulih, Indralaya Ogan Ilir. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ogan Ilir terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Caram Seguguk itu.

Usai menertibkan Rumah Makan yang belum menuntaskan kewajibannya, kali ini mereka akan membidik Reklame yang belum pula membayarkan kewajiban pajaknya.

Menurut Kasubbid Pemeriksaan dan Penertiban Bapenda Ogan Ilir, Hendra Wijaya, masih banyak papan reklame yang belum membayarkan pajak reklame kepada Bapenda Ogan Ilir. Padahal, pajak reklame termasuk dalam 9 komponen pajak daerah yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kita akan tertibkan reklame. Kalau kemarin, kita sudah tertibkan rumah makan. Alhamdulillah, cukup efektif," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (11/7/2019).

Ia mengatakan, Pajak Reklame dikenakan kepada media iklan yang bersifat promosi barang komersil. Tarif yang dikenakan, Hendra mengatakan yaitu sebesar 25 persen dari harga sewa.

"Tapi untuk Rumah Sakit dan Sekolah, tidak dikenakan pajak tersebut," ungkapnya.

Tentunya, pihaknya tak bisa serta merta langsung melakukan penertiban jika ada pemilik reklame yang membandel. Ada proses yang dilakukan sesuai dengan standar prosedur yang dimiliki oleh Bapenda.

"Kita kirimkan Surat Peringatan (SP) dulu, 1 sampai 3. Jarak antar SP itu sekitar 7 hari. Jika tidak direspon, baru kita cabut izin dan dilakukan pembongkaran," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved