Nestapa Korban Kebakaran di Kemas Rinho Palembang:Pesta Pernikahan Putrinya Terancam Batal

Nestapa Korban Kebakaran di Kemas Rindo Palembang:Pesta Pernikahan Putrinya Terancam Batal

Nestapa Korban Kebakaran di Kemas Rinho Palembang:Pesta Pernikahan Putrinya Terancam Batal
TRIBUNSUMSEL/Linda Trisnawati
Fotuna (baju pink) bersama anaknya Susanti (jilbab biru) di lokasi kebakaran yang ada di Jalan Ki Kemas Rindo, Lorong Santai, Kelurahan Ogan, Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (11/7/2019). 

Nestapa Korban Kebakaran di Jalan Kemas Rindo Palembang:Pesta  Pernikahan Putrinya Terancam Batal

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kebakaran di Jalan Kemas Rindo Palembang, menimbulkan duka nestapa mendalam bagi para korban tidak terkecuali Fotuna (45), yang merencakan pesta pernikahan putrinya, yang akan menikah September nanti.

Persiapan sudah dilakukan Fotuna sejak lama, sebelum kebakaran di Jalan Kemas Rindo itu meluluh lantah kan rumah miliknya di kawasan Jalan Kemas Rindo Palembang Lorong Santai tersebut.

Diakui Fotuna, yang kemarin ditemui saat duduk di puing-puing rumahnya yang dilalap api akibat kebakaran di jalan Kemas Rindo Palembang tersebut, api begitu cepat, tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan.

Nestapa Fotuna mewakili kedukaan para korban di Jalan Kemas Rindo Palembang, seperti diketahui, kebakaran yang terjadi di Jalan Ki Kemas Rindo Palembang, Lorong Santai, Kelurahan Ogan, Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (11/7) menghanguskan 113 rumah.

Akibat kebakaran tersebut tentunya menimbulkan duka yang mendalam, salah satunya keluarga Fortuna (45) warga Jalan Kemas Rindo Palembang.

"Rumah saya habis terbakar, padahal anak saya mau menikah," ujar Fortuna yang menjadi tulang punggung keluarga, Kamis (11/7/2019).

Fotuna, merupakan tulang punggung keluarga lantaran suaminya telah meningal dunia. Dialah yang menghidupi anak-anaknya sebagai orang tua tunggal.

Bahkan Fotuna mengatakan, untuk menghidupi empat orang anaknya, ia melakukan apapun termasuk bekerja sebagai kenek mobil jurusan Sekayu-Babat.

"Anak saya akan nikah tanggal 22 September tahun ini. Dengan adanya musibah ini tentu sedih, tapi kami bertekad akan tetap menikahkan anak saya ditanggal tersebut," ungkapnya.

Ia pun mengatakan, karena rumahnya sudah terbakar maka acaranya akan diadakan di depan lorong. Sebab untuk tenda, kursi, orgen dan lain-lain sudah di DP.

Sementara itu Susanti (26) yang merupakan anak Fortuna mengatakan, bahwa ia sudah memberikan kabar kecalon suaminya.

"Ia keluarga pihak pria sudah kami kabarin dan mereka bisa mengerti kondisi kami," ujar Susanti yang bekerja sebagai penjaga toko.

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved