Berita Palembang

Kebakaran di Kertapati Palembang Masuk Bencana Nasional, Pemprov Sumsel Ajukan Bantuan ke Pusat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak akan tinggal diam mengawal hal ini. Dirinya akan berupaya agar semua korban bisa mendapatkan bantuan.

Kebakaran di Kertapati Palembang Masuk Bencana Nasional, Pemprov Sumsel Ajukan Bantuan ke Pusat
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru didampingi Ketua Penggerak PKK Hj Febrita Lustia saat meninjau korban kebakaran di Kelurahan Ogan Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (11/7/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca peristiwa kebakaran di Kertapati Palembang yang menghanguskan 113 rumah di Jalan Ki Kemas Rindo, Lorong Santai, RT 26, 28 RW 5, Kelurahan Ogan, Gubernur Sumatera Selatan meninjau kondisi warga korban kebakaran, Kamis (11/7/2019).

Didampingi Tim Penggerak PKK, Febrita Lustia Herman Deru, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan dirinya prihatin dan ikut berduka atas musibah kebakaran yang menimpa warga.

Tak ada yang menginginkan peristiwa ini terjadi, walaupun demikian ujian yang diberikan ini pasti ada hikmahnya.

"Kita masih bisa bersyukur bahwa meski peristiwa kebakaran ini besar namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Saya yakin bantuan ini tidak cukup memang dan tidak bisa menyembuhkan luka hati, tetapi kita semua tetap harus tabah, bersyukur, dan semangat tak boleh hangus dalam menghadapi ini," ujarnya.

Sandra Korban Penembakan Misterius di Sungai Keruh Musi Banyuasin Meninggal Dunia di RSUD Sekayu

Dishub PALI Pastikan Ujicoba Angkutan Batu Bara Melintasi Wilayah Kabupaten PALI Ditunda

Meski Target 3 Poin, Jeki Arisandi dari Persita Tangerang tak Mau Jumawa Menghadapi Sriwijaya FC

Deru menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak akan tinggal diam mengawal hal ini. Dirinya akan berupaya agar semua korban bisa mendapatkan bantuan.

"Dinsos sudah mengajukan tambahan bantuan dari pusat, sebab peristiwa ini sudah masuk bencana nasional. Ada lebih dari 100 rumah dan KK yang terdampak. Jika ada kebutuhan lain misal ada manula yang butuh kursi roda silakan diajukan ke Dinsos," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Provinsi Sumatera Selatan, Rosyiddin Hasan mengatakan, dalam peristiwa ini masa recovery akan ditetapkan selama satu bulan, hal ini disesuaikan permintaan warga.

"Dari Pemerintah sudah kita ajukan bantuan untuk perbaikan rumah sebesar Rp 15 juta bagi yang tidak memiliki usaha Produktif dan Rp 20 juta yang punya usaha produktif. Korban bisa melampirkan surat rekomendasi dari kelurahan," tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved