Berita Lahat

BREAKING NEWS : Ratusan Warga Desa Pagar Batu Pulau Pinang Berbondong-bondong Datangi Pemkab Lahat

BREAKING NEWS : Ratusan Warga Desa Pagar Batu Pulau Pinang Berbondong-bondong Datangi Pemkab Lahat

BREAKING NEWS : Ratusan Warga Desa Pagar Batu Pulau Pinang Berbondong-bondong Datangi Pemkab Lahat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
BREAKING NEWS : Ratusan Warga Desa Pagar Batu Pulau Pinang Berbondong-bondong Datangi Pemkab Lahat 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Ratusan Warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Rabu (10/7) mendatangi Kantor Pemkab Lahat.

Ratusan warga ini datang menggunakan dua unit truk, mobil pick up dan ratusan kendaraan roda dua.

Informasi yang dihimpun ratusan warga ini meminta Pemkab Lahat, bisa mengembalikan lahan yang diklaim diambil oleh salah satu perusahaan yang beroperasional di desa tersebut.

Setibanya di depan kantor DPRD Lahat, massa menyusun barisan.

Tepis Kabar Pensiun, Jorge Lorenzo Dipastikan Masih Dipercaya Honda

Bisa Tampil Baik Bareng Lionel Messi, Paulo Dybala Merasa Bangga

50 Petinju Antar Sasana se Kota Palembang, Direncanakan Bakal Tarung di Ring Tinju HUT Bhayangkara

Neymar Buka Kemungkinan Keluar Dari PSG Musim Panas Ini, Terungkap Harga Pasaran Neymar Saat Ini

Yang selanjutnya, massa bergerak kedepan kantor Pemkab Lahat. Massa juga secara bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan kitab suci al quran.

"Hari ini kita datang untuk kedua kalinya ke Pemkab Lahat. Hari ini perjuangan puncak kita. Kita tidak akan pulang sebelum apa yang kita perjuangjan berbuah hasil, "tegas Febri Haryono, Ketua Forum Pemuda-Pemudi Pagar Batu.

Keluar dari Pesbukers, Ayu Ting Ting Juga Absen di Acara Brownies, Ivan Gunawan Bongkar Penyebabnya

20 Menit dari Pelabuhan TAA, Puas Kunjungi Tiga Pulau di Banyuasin Salah Satunya Pulau Ekor Tikus

Galih Ginanjar Mendadak Minta Damai Pasca Lecehkan Fairuz A Rafiq, Hal Ini Buatnya Mati Ketakutan?

Saat menggelar aksi di halaman Pemkab Lahat, ratusan Warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Rabu (10/7) menyuarakan agar Pemkab Lahat, menjalankan hasil pertemuan pada 11 Maret 2019.

Dalam pertemuan tersebut Pemda berjanji akan menyelsaikan permasalahan yang dituntut warga.

Pemkab juga berjanji akan memanggil steckholder terkait untuk dimusyawarahkan dengan melibatkan perwakilan warga.

"Namun sampai hari ini hal itu tidak terjadi. Padahal ada dalam notolensi saat pertemuan. Sudah tidak terhitung kami kirim surat ke Pemkab Lahat untuk menanyakan hal itu. Bahkan kami kirimkan somasi namun Tetap tal dihiraukan, "tegas, Andriansyah, saat menyampaikan orasi depab Pemkab Lahat.

Sementara, salah satu tuntutan warga yakni segera wujudkan reforma agraria di desa pagar batu seluas 180, 36 hektar.

Disampaikan Andriansyah, bahwa pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit sudah menguasai lahan selama kurang lebih 25 tahun.

Saat ini, pohon sawit sudah dilakukan replanting atau penanaman kembali yang bebrati pohon sawit sudah berumur 25 tahun.

"Mengacu pada UU agraria no.5 tahun 1960 batas HGU adalah 25-35 tahun. Artinya pihak perusahaan sudah habis HGU nya. Dan kami masyarkat tidak akan memberikan izin untuk diperpanjang, "tegas Gerakan Tani Sumsel, Dede Chaniago.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved