Berita PALI

Titik Panas di PALI Terus Bertambah Jadi, Pantauan Satelit 42 Titik, Pembakar Lahan Terancam Pidana

Titik panas atau hot spot akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) terus bertambah

Titik Panas di PALI Terus Bertambah Jadi, Pantauan Satelit 42 Titik, Pembakar Lahan Terancam Pidana
Dok BPBD PALI
Pihak BPBD PALI saat memadamkan api akibat lahan terbakar. 

Titik Panas di PALI Terus Bertambah Jadi, Pantauan Satelit 42 Titik, Pembakar Lahan Terancam Pidana

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Titik panas atau hot spot akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) terus bertambah, Selasa (9/7/2019).

Jika dari Bulan Januari-Mei 2019 tercatat ada 30 titik panas maka hingga bulan Juli ini tercatat sudah ada 42 hot spot yang terpantau satelit Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI.

Sedikitnya ada 42 titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang tersebar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terpantau oleh satelit untuk hot spot yang terbanyak di Kecamatan Abab.

Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar mengatakan, bahwa pihaknya sudah meninjau langsung ke lokasi dan benar itu dilakukan oleh masyarakat dalam hal membuka lahan untuk perkebunan.

“Dari 42 titik ini kebanyakan didapati ulah masyarakat membuka lahan dengan cara membakar dan yang paling banyak terdeteksi ada di Kecamatan Abab," ungkap Junaidi.

BREAKING NEWS : Kebakaran Lahan Terjadi di Dekat Jalan Tol Palindra, Kobaran Api Masih Terus Meluas

BREAKING NEWS : Kebakaran Lahan Terjadi di Dekat Jalan Tol Palindra, Kobaran Api Masih Terus Meluas

Westlife Konser di Palembang 18 Agustus 2019, Ini Harga Tiket Konser Westlife dan Bisa Pesan di Sini

Aktor Senior Tio Pakusadewo Dilarikan Ke RS, Alami Pecah Pembuluh Darah.

Dua Sekawan Ditangkap Warga Usai Berhasil Membawa Motor Curian di Kosan Ibu Dila Telaga Swidak

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan tindak dan pencegahan dengan sosialisasi dan imbauan-imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar.

Jika masih dilakukan, kata Junaidi, maka jelas melanggar undang-undang dan sanksi bisa dipidana.

Namun begitu, pihak kepolisian yang akan mengusut sejauh mana pelanggaran tersebut atau pidana yang dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved