Berita Muaraenim

Sopir Truk Ngaku Dipalak Preman Rp 225.000 Saat Melintas di Kecamatan Belimbing Kabupaten Muaraenim

Sopir Truk Mengaku Dipalak Preman Rp 250.000 Saat Melintas di Kecamatan Belimbing Muaraenim, Diancam Pakai Sajam

Sopir Truk Ngaku Dipalak Preman Rp 225.000 Saat Melintas di Kecamatan Belimbing Kabupaten Muaraenim
SRIPOKU.COM/ANTON AGUSTINO
Sopir Truk Mengaku Dipalak Preman Saat Melintas di Kecamatan Belimbing Muaraenim 

Sopir Truk Mengaku Dipalak Preman Rp 250.000 Saat Melintas di Kecamatan Belimbing Muaraenim, Diancam Pakai Sajam

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Seorang sopir truk mengaku terancam melintasi wilayah Polres Muaraenim.

Menurutnya ada sekelompok orang yang mengatasnamakan organisasi tertentu dengan modus jasa stiker sering meminta uang kepada sopir di wilayah Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (8/7/2019).

"Jika tidak diberi, mereka tidak segan-segan mengancam akan melukai dan memecahkan kaca mobil. Daripada celaka saya terpaksa bayar," ujar salah seorang sopir truk buah-buahan.

Menurutnya kejadian tersebut berawal ketika dia melintas di lokasi dengan tujuan ingin mengambil buah durian ke Bengkulu.

Diduga Korsleting Listrik ,Rumah Hoiri Ludes Terbakar di Desa Tapus Kecamatan Lembak Kab Muaraenim

Petani di Lubai Muaraenim Ini Beralih Jadi Bandar Judi Dadu Kuncang, Pasrah Saat Digrebek Petugas

Bandar Narkoba Jenis Ganja di Lembak Muaraenim Ini Tertangkap Berkat Kecelakaan Lalu Lintas

Rumah Hoiri Ludes Terbakar di Desa Tapus Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim

Lalu tiba-tiba ia diberhentikan oleh orang dengan mengendarai motor yang mengatasnamakan organisasi pengurusan jasa stiker.

Merasa tidak ada masalah ia pun menghentikan kendaraannya sambil menepikannya.

Setelah berhenti, ia dipaksa para pelaku untuk membayar uang jasa stiker tersebut sebesar Rp 225.000.

Bahkan para pelaku membentak sambil memperlihatkan senjata tajam dan mengancamnya untuk membayar uang tersebut.

Dan jika tidak mau membayar mereka tidak segan-segan akan mencelakainya dan melempar kaca mobil.

Karena ketakutan akhirnya ia terpaksa membayar.

Masih dikatakan sang sopir, mobil yang ia bawa adalah mobil truk boks kosong tujuan Bengkulu.

Sepanjang jalan yang kami lewati dari Jawa tidak ada pungutan yang seperti ini dan baru di sini ada pungutan yang sebesar itu.

"Kami minta kepada pihak terkait untuk mengusut dan memberikan rasa aman kepada kami. Sebab kami mencari nafkah peras keringat dan mereka enak-enak langsung memalaki kami," ujarnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved