Berita Lahat

Pemerintah Provinsi Sumsel Menyediakan 1000 Batang Bibit Kopi untuk Peremajaan Tanaman Kopi Tua

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan memberikan bibit kopi sebanyak 1000 batang untuk peremajaan bagi tanaman kopi yang tua dan tidak produktif.

Pemerintah Provinsi Sumsel Menyediakan 1000 Batang Bibit Kopi untuk Peremajaan Tanaman Kopi Tua
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Pembibitan tanaman kopi yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Lahat Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan memberikan bibit kopi sebanyak 1000 batang yang digunakan untuk peremajaan bagi tanaman kopi yang sudah tua dan tidak produktif lagi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, Agustia Budiman melalui Kabid Perkebunan Engkos Kosasih mengatakan, tahun ini akan ada bantuan yang diberikan kepada kelompok tani.

"Biasanya pada musim hujan periode September-Oktober," ungkapnya, Selasa (9/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk luas lahan kopi di Kabupaten Lahat sekitar 54.441 hektare. Sementara untuk tanamam tua dan tidak produktif sekitar 4132 hektare.

"Kalau hitungannya memang hanya dibantu sekitar 10 persen mengganti tanaman yang tua dan tidak produktif tersebut. Petani kopi di Lahat juga ada yang membibit sendiri baik dengan cara stek maupun tradisional," tambahnya.

Isu Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Muaraenim Didominasi Peserta dari Luar Ternyata tidak Benar

Dua Sekawan Ditangkap Warga Usai Berhasil Membawa Motor Curian di Kosan Ibu Dila Telaga Swidak

Kereta Api Pengangkut BBM Anjlok di Desa Banjar Sari Kabupaten Lahat, Tidak Ada Korban Jiwa

Untuk hasil panen kopi di Kabupaten Lahat, secara rata- rata cenderung belum maksinal.

Dijelaskannya bahwa kurang maksimalnya hasil panen kopi disebabkan beragam faktor. Seperti pemberian pupuk yang kurang seimbang, penggunaan pestisida yang terlalu banyak, jarak tanaman, dan lainnya.

Kemajuan tekhnologi saat ini juga cenderung disalah artikan seperti penggunaan pestisida yang berlebihan malah membuat tanah menjadi tandus.

"Memang lebih praktis kalau disemprot namun tanah jadi kurang subur," jelasnya.

Seharusnya kearifan lokal tetap dilaksanakan seperti yang dilakukan petani terdahulu. Yakni dengan memotong secara tradisional dan gotong royong.

Lalu rumput - rumput dikubur di dalam tanah agar terjadi pembusukan dan tanah bisa menjadi subur. Untuk penggunaan pupuk juga dibarengi dengan pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos dan lainnya. 

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved