Berita OKU Timur

Berani Gelar Hiburan Organ Tunggal Malam Hari di OKU Timur, Ini Komentar AKBP Erlin Tangjaya

Berani Gelar Hiburan Organ Tunggal Malam Hari di OKU Timur, Ini Komentar Kapolres AKBP Erlin Tangjaya

Berani Gelar Hiburan Organ Tunggal Malam Hari di OKU Timur, Ini Komentar AKBP Erlin Tangjaya
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIk pimpin pembubaran hiburan OT (orgen Tunggal) di malam hari yang melanggar Surat Edaran Bupati bebrapa waktu lalu di Kecamatan BP Bangsa Raja OKU Timur 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kapolres OKU Timur menegaskan akan tetap menyita perlengkapan Orgen Tunggal (OT) yang tetap beroperasi hingga melewati batas pukul 17.00. WIB.

Penegasan Kapolres tersebut disampaikan menyusul adanya isu hiburan OT diizinkan hingga pukul 22.00. WIB.

"Tidak dibenarkan hiburan OT hingga malam hari. Jika masih ada yang melanggar ketentuan maka akan kita tindak tegas, berupa penyitaan peralatan. Kita sudah menyita beberapa peralatan OT yang melanggar ketentuan," ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH. S.IK Selasa (9/7/2019).

Dulu Susah Capai Mimpi, Begini Megahnya Rumah Pedangdut Inul Daratista, Dapurnya Saja Begini!

BREAKING NEWS : Majelis Hakim Jatuhkan Vonis ke Habib Bahar Bin Smith Hukuman Pidana 3 Tahun Penjara

Pamer Berlian Harga Miliaran, Begini Penampakan Toko Perhiasan Milik Barbie Kumalasari

Menurut Erlin, banyak dampak positif yang ada sejak adanya larangan hiburan OT hingga malam hari tersebut. Seperti menurunnya tindak kejahatan di wilayah OKU Timur secara drastis, serta penekanan peredaran narkoba yang juga saat ini sudah menurun.

"Jika sudah ada yang kena sita boleh diambil jika sudah ada surat persetujuan dari Dandim 0403, Kepolisian, Kejaksaan dan unsur Muspida Kabupaten OKU Timur, jika salah satu pihak terkait tidak menyetujui maka alat OT tersebut tidak bisa diambil," tegasnya.

Erlin berharap agar masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap peraturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Bupati yang melarang hiburan OT hingga melewati batas pukul 17.00. masyarakat juga agar tidak melanggar peraturan tersebut demi keamanan serta menurunkan angka peredaran narkoba di wilayah OKU Timur.

Video: Musnahkan 925 Gram Sabu & 151 gram Ganja, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Akui Gagal

Longsor di Desa Gunung Gare, Bupati Okus Popo Ali Langsung Instruksikan Penanganan

6 Pernikahan Viral Beda Usia, Selain Nenek Rohaya dan Slamet Riyadi Ternyata Ada Kakek Hamid Pempek

Sementara Anja salah satu pengusaha orgen tunggal EXCOBAR Martapura meminta kepada pemerintah untuk mengubah surat edaran batasan OT hingga pukul 17.00.

Ia meminta untuk memberikan kelonggaran hingga pukul 21:00 WIB karena jika hanya siang hari saja penurunan pendapatan bagi staff OT.

"Biasanya Rp 200.000 kini hanya Rp. 100.000," katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved