Berita Palembang

Cerita Pandji Topan, Nekat Ikut Kejurnas Motocross Palembang Meski Bahu Masih Tertanam Pen

Pandji Topan adalah salah satu peserta yang ikut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross Piala Gubernur Sumatera Selatan.

Cerita Pandji Topan, Nekat Ikut Kejurnas Motocross Palembang Meski Bahu Masih Tertanam Pen
Tribunsumsel.com/Weni Wahyuny
Pandji Topan peserta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross Piala Gubernur Sumatera Selatan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Pandji Topan adalah salah satu peserta yang ikut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross Piala Gubernur Sumatera Selatan.

Semangat Pandji Topan untuk maju dalam even ini sangat luar biasa, bahlan Pandji Topan melupakan luka pada bahunya pasca kecelakaan tiga bulan lalu.

Tak main-main, Pandji mengalami patah tulang bahu saat mengikuti sebuah kejuaraan motocross yang mengharuskan dirinya harus menjalani operasi.

Baru dua minggu dioperasi, Pandji harus turun latihan lagi mengarungi gundukan tanah kembali meski bahunya kini tertanam pen.

"Kecelakaan paling berat itu tiga bulan lalu saya patah disini (tulang bahu). Rasanya kalau awal-awal seperti pegal saja. Sampai sekarang pennya masih ada dan belum dibuka," kata remaja crosser remaja usia 12 beranjak ke 13 tahun saat ditemui di paddock Bintang 3 VMX di belakang sirkuit MXGP kawasan OPI Mall Palembang, Minggu (7/7/2019).

Pandji yang turun di kelas 85 cc ini mengaku persiapan ikut Kejurnas ini sudah 4 bulan lalu. Ini pertama kalinya Pandji mengikuti ajang Kejurnas dan pada tahun lalu hanya menjadi penonton.

Beberapa kali kejuaraan daerah pernah diikuti Pandji. Salah satunya kejuaraan yang digelar di Jaawa Barat 2017 silam, ia mampu memperoleh medali emas di kelas 65 cc.

"Saya dari umur 7 tahun ikut latihan Motocross. Pertama hanya lihat YouTube dan coba di tanah kosong dan disana ada pelatihan, aku ikut," ungkapnya yang baru saja lulus sekolah dasar ini.

Remaja asal Bekasi ini menyebutkan bahwa kedua orangtuanya sangat mendukung apa yang menjadi pilihannya. Apapun yang ia suka asalkan itu positif, keduanya membolehkan, termasuk ikut balapan.

"Kalau guru di sekolah sudah tahu saya ikut motocross, jadi minta izin dan diizinkan sama guru," ucap bungsu dari dua saudara ini.

Mencicipi sirkuit anyar di Palembang berkelas internasional, Pandji merasa senang. Menurutnya sirkuit tersebut lumayan luas. Memang ada sedikit licin di beberapa titik namun ia sama sekali tak merasa kesulitan..

Pada babak kualifikasi 85 cc yang digelar Sabtu (6/7), Pandji memperoleh peringkat ke 3. Hanya berbeda 2 detik saja dengan 2 rekan yang ada di atasnya.

"Target saya menang tapi kalau tidak, tidak masalah karena disini saya bisa menimba ilmu karena ini pertama kalinya saya ikut di Kejurnas ini," tukas Pandji yang menggunakan nomor 126 pada motornya. (Tribun Sumsel.com/Weny Wahyuny)

Sidang 3 Kali Sampai Dipecat Tidak Hormat, Norman Kamaru Bongkar Alasan Berhenti Jadi Polisi

Fakta Rumah Mewah Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar Terungkap, Rela Sewa Museum Demi Pamer!

Hafidz Sumsel Raih Juara I Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-25 di Pontianak

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved