Ketua KPU RI Arief Budiman Serahkan Santunan kepada 8 Ahli Waris Badan Adhock KPU Kota Palembang

8 Ahli Waris Badan Adhock KPU Kota Palembang Menerima Santunan Meninggal Dunia dalam Pemilu 2019

Ketua KPU RI Arief Budiman Serahkan Santunan kepada 8 Ahli Waris Badan Adhock KPU Kota Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua KPU RI Arief Budiman didampingi komisioner lainnya dalam acara penyerahan santunan di Hotel Santika Primier, Jumat (5/7/2019). 

8 Ahli Waris Badan Adhock KPU Kota Palembang Menerima Santunan Meninggal Dunia dalam Pemilu 2019

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 8 ahli waris badan adhock KPU Kota Palembang menerima santunan meninggal dunia dalam Pemilu 2019 secara simbolis diserahkan Ketua KPU RI Arief Budiman di Hotel Santika Primier, Jumat (5/7/2019).

Kedelapan orang yang masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta itu yakni Fitrianti Pratiwi ahli waris H Selamet Riadi, Suryani ahli waris Sumarjono Utomo, M Yamin ahli waris M Rasyid Matayam, Maryati ahli waris Satarudin, Desi Sasmita ahli waris Najiulah, Elmas ahli waris Maryono, Hetti Fitrianti ahli waris Rihansyah, Rahman Nuriman ahli waris dari Junis.

"Kami semua menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisiNya," kata Arief Budiman.

Fitrianti Pratiwi ahli waris H Selamet Riadi yang hadir bersama suaminya mengaku sangat terharu dan mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan santunan Rp 36 juta.

Sidang Perdana 5 Komisioner KPU Palembang, JPU Ungkap 70 TPS Kekurangan Surat Suara di Pilpres 2019

Sidang Perdana 5 Komisioner KPU Palembang, JPU Ungkap 70 TPS Kekurangan Surat Suara di Pilpres 2019

Update Perkembangan 5 Komisioner KPU Palembang Jadi Tersangka: Berkasnya Dilimpahkan ke Kejari

Video: Berkas Dugaan Tindak Pidana Pemilu 5 Komisioner KPU Palembang Dilimpahkan ke Kejari

"Mama (Siti Asia) gak hadir. Saya anak keempat dari lima bersaudara anaknya Pak H Selamet Riadi. Yang jelas kami mengucapkan Alhamdulillah ternyata ada respon baik dari pemerintah," ungkap Fitrianti Pratiwi.

Wanita ini juga sangat terharu mendengar penghargaan kepada orangtuanya sebagai disebut sebagai pahlawan demokrasi.

"Kita sangat terharu papa kami disebut sebagai pahlawan demokrasi. Artinya meninggalnya beliau tidak sia-dia selama menjalankan tugas dihargai sekali oleh pemerintah."

"Terima kasih pemerintah. Mudah-mudahan pemilu kita kedepan bisa lebih baik lagi dan tidak terjadi lagi musibah ini," kata Fitrianti.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved