Berita PALI

Kekeringan Ancam Warga PALI Saat Musim Kemarau, Terpaksa Gunakan Air Waduk yang Keruh

Kekeringan serta kesulitan mencari air bersih saat musim kemarau tiba, mulai mengancam warga Kabupaten PALI

Kekeringan Ancam Warga PALI Saat Musim Kemarau, Terpaksa Gunakan Air Waduk yang Keruh
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI saat mengambil air bersih di sumur untuk kebutuhan air bersih. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI-- Kekeringan serta kesulitan mencari air bersih saat musim kemarau tiba, mulai mengancam warga Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Sabtu (6/7/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi serta mencuci pakaian, masyarakat saat ini menggunakan air waduk yang tak jauh dari pemukiman warga. 

Seperti yang dialami warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI yang terpaksa menggunakan air waduk tersebut meski dinilai tidak layak digunakan baik intuk mandi serta mencuci. 

Keadaan ini tentu sangat dikeluhkan masyarakat, terutama penyakit kulit yang sering dialami warga yang kebanyakan menyerang anak-anak.

Malam Ini Via Vallen Goyang Kota Pangkalan Balai Banyuasin, Semarakan HUT Banyuasin ke-17 Tahun

Warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI mandi dan cuci di waduk yang airnya keruh untuk kebutuhan sehari-hari karena kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI mandi dan cuci di waduk yang airnya keruh untuk kebutuhan sehari-hari karena kesulitan air bersih saat musim kemarau. (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

Salah seorang Ibu Rumah tangga warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Yuli berkata, bahwa dirinya beserta warga setempat tidak ada pilihan lain untuk tetap mengunakan waduk tesebut meski airnya keruh. 

“Namun, kalau untuk minum kami beli atau mengambil ke sumur tapi jaraknya lumayan jauh. Kadang juga kami menampung air hujan," ungkap Yuli, Sabtu. 

Sementara, Kepala Desa Sinar Dewa Heri mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait bisa memberikan solusi untuk menuntaskan kesulitan yang dialami warganya. 

Selain itu, pihaknya juga meminta dinas terkait membuatkan penampungan air bersih dengan kapasitas besar atau mengaliri air bersih melalui Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM).

"Desa kami ini sulit sekali mencari sumber air bersih, pernah beberapa kali kami membuat sumur bor, tapi gagal," jelas dia. 

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved