Berita PALI

Harga Daging Ayam Potong di Pasar Tradisional Kabupaten PALI Tiba-tiba Naik, Pembeli Sepi

Harga daging ayam potong di Pasar Tradisional Pendopo, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Provinsi Sumatera naik

Harga Daging Ayam Potong di Pasar Tradisional Kabupaten PALI Tiba-tiba Naik, Pembeli Sepi
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Warga saat membeli daging ayam di Pasar Tradisional Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Sabtu (6/7/2019). 

Harga Daging Ayam Potong di Pasar Tradisional Kabupaten PALI Tiba-tiba Naik, Pembeli Sepi

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

 

SRIPOKU.COM, PALI - Harga daging ayam potong di Pasar Tradisional Pendopo, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Provinsi Sumatera naik sejak tiga hari terakhir.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com, Sabtu (6/7/2019) harga ayam potong dijual para pedagang sejak tiga hari terakhir merangkak naik Rp 7 ribu per kilogramnya.

Dengan kenaikan tersebut, harga ayam potong saat ini menjadi Rp 32 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 25 ribu per kg.

Hal ini membuat warga ibu kota Pendopo, Bumi Serapat Serasan ini terpaksa harus pikir dua kali untuk menikmati daging ayam potong.

Husni (35), warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi mengaku, cukup kesulitan menghadapi kenaikan yang selalu terjadi secara tiba-tiba tanpa tahu alasannya yang yang jelas.

Terkait Bocornya Pipa Minyak PT Pertamina, Warga Desa Sukamaju PALI Kembali Tuntut Ganti Rugi

2 Hari Berjibaku di Alam, 50 Personel TRC BPBD PALI Asah Mental dan Fisik Antisipasi Karhutla

Resmi 100 Ribu Lowongan CPNS akan Dibuka Oktober 2019, Ini Jurusan yang Paling Jadi Prioritas!

"Kami sendiri tidak tahu apa penyebabnya terjadi kenaikan ini. Yang jelas tanpa sepengetahuan tiba-tiba harga ayam dipasaran naik pak. Jadi terpaksa mengurangi belanja," ujarnya.

Sementara, Raja (21) pedagang daging ayam di Pasar Tradisional Pendopo mengatakan bahwa kenaikan harga ayam ini terjadi sejak tiga hari lalu.

Namun begitu, penyebab kenaikan sendiri dirinya tidak mengetahuinya.

"Kalau naiknya sudah tiga hari terakhir ini pak. Penyebabnya sendiri saya tidak tahu, karena naiknya harga ini memang terjadi dari agen tempat kami beli pak. Jadi kami cuma mengikuti harga beli dari agen," katanya.

Raja mengaku jika tokonya mulai sepi pengunjung saat pembeli tau harga daging ayam naik.

"Memang ada penurunan pembeli, kalo pun ada pembeli yang datang rata-rata mereka tidak tau kalau daging ayam sudah naik," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved