Berita Palembang

Calon Jemaah Haji tidak Harus Cetak Kartu, Bisa Manfaatkan JKN-KIS Digital

Bagi calon jemaah haji yang belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atau JKN-KIS

Calon Jemaah Haji tidak Harus Cetak Kartu, Bisa Manfaatkan JKN-KIS Digital
Dok.Sripoku.com
PERSIAPAN WUKUF --Jemaah haji Kloter 14 Palembang pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, foto diambil beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Pada musim haji tahun 2019 ini, bagi calon jemaah haji yang belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atau JKN-KIS diharapkan dapat melakukan pendaftaran sebagai peserta sebelum keberangkat.

Dengan tenggat waktu yang begitu dekat dengan jadwal kloter pemberangkatan, BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi jemaah haji untuk memiliki kartu tersebut.

Humas BPJS Kesehatan Regional III Sumatera Selatan, Hendra Kurniawan mengatakan untuk mempercepat proses pendaftaran sebagai peserta JKN-KIS, beberapa media pendaftaran dapat dipilih oleh jemaah haji antara lain melalui aplikasi mobile JKN atau menelpon call center 1500400.

Jamaah Calon Haji yang berangkat menuju Arab Saudi, foto diambil beberapa waktu lalu.
Jamaah Calon Haji yang berangkat menuju Arab Saudi, foto diambil beberapa waktu lalu. (DOK.SRIPOKU.COM)

"Untuk kartu sendiri dapat menggunakan kartu JKN KIS digital yang ada di aplikasi mobile JKN. Jadi tak perlu untuk mencetak jika memang sudah harus berangkat ibadah haji," tuturnya, Sabtu (6/7/2019)

Menurut Hendra, Ketentuan pendaftaran peserts JKN KIS sendiri sebenarnya wajib untuk seluruh penduduk Indonesia, demikian juga untuk jemaah haji yang merupakan bagian dari penduduk Indonesia.

"Khusus untuk jemaah haji ini sebenarnya sudah diimplementasikan sejak pada tahun 2017 , dan jemaah haji dapat memilih mendaftarkan hanya anggota keluarga yang akan berangkat menunaikan ibadah haji saja," jelasnya.

Walaupun Petugas BPJS Kesehatan sendiri tidak ada yang siaga di tanah suci, tetapi bagi jemaah haji yang terkendala kondisi kesehatan akan ditangani tenaga kesehatan haji dan seluruh biaya pelayanan kesehatan di tanah suci akan ditanggung pemerintah.

Berita Haji: Setelah 8 Tahun Menunggu, Akhirnya Sudarmaji dan Hermiasih Naik Haji

Tajir Punya 7 Pabrik Uang, Begini Kisah Atta Halilintar yang Pernah Pungut Sisa Makanan Demi Adiknya

Inilah 8 Fakta Seputar Gunung Piramid, Tempat Hilangnya Pendaki Thoriq

Penulis: Rahmaliyah
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved