Breaking News:

Tidak Ada Penambahan Koleksi Hingga Jalan Rusak, Itulah Permasalahan yang Dihadapi Museum Sriwijaya

Tidak Ada Penambahan Koleksi Hingga Jalan Rusak, Itulah Permasalahan yang Dihadapi Museum Sriwijaya

Editor: Sudarwan
Foto Kiriman: H Untung Sarwono
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya dan Museum Sriwijaya menggelar Diskusi Terpumpun Prasasti–Prasasti Sriwijaya Koleksi Museum Sriwijaya Menggali Warisan Sejarah dan Budaya Sumatera Selatan Untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Pariwisata, Kamis (4/7/2019), di Aula Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Gandus, Palembang . 

"Apa yang dicapai bangsa kita sekarang, belum mampu melampaui yang dicapai nenek moyang kita?".

"Ini dalam persepsi saya. Buktinya dengan perahu dulu orang bisa kemana-mana dan kapalnya buat sendiri kita. Nah kita sudah buat belum sekarang ".

"Apakah kita pernah mempengaruhi negara kita dengan budaya kita? Ini perlu kita gali ke sana."

"Dan satu hal, nilai zaman dulu yang sekarang agak sulit. Dulu kalau kita menerima budaya asing tidak kita telan mentah mentah."

"Mau Hindu, mau Budha , mau Islam. Kita bisa menolak budaya lain dengan cara kita sendiri dan menciptakan budaya baru yang itu tidak bisa di samakan persis dengan budaya asalnya. Itu yang bisa kita ambil dari koleksi-koleksi Museum Sriwijaya,” katanya.

Untuk Museum Sriwijaya menurutnya tidak harus memamerkan benda kalau mengacu kepada definisi museum tapi juga harus memamerkan manusia yang pernah menciptakan benda tersebut.

“Dengan begitu kita bisa membuat berbagai alur cerita sesuai dengan apa yang terkandung dalam koleksi,” katanya.

Budayawan Palembang, Yudi Syarofi menilai dari masa Sriwijaya bhineka tunggal ika sudah ada.

“Lalu hubungannya dengan seni, seperti songket motip dulu ada di koleksi museum sekarang , ini saling terkait dari masa kemasa, bagaimana kita menapsirkannya, apa yang kita sampaikan bukan hanya tersurat tapi juga yang tersirat,” katanya.

Selain itu menutnya, ada kebiasaan masa Kesultanan Palembang Darussalam yang diadopsi dari beberapa kebiasaan masa Sriwijaya seperti cara makan dari beberapa cacatan dan penelitian menunjukkan masyarakat Sriwijaya makan di tanah dengan hidangan dan saling berhadapan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved