Breaking News:

Pemkot Minta Petani Kopi Lakukan Sistem Petik Merah

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam saat ini sangat fokus memperhatikan sektor pertanian dan perkebunan terutama perkebunan Kopi.

SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni 

Pemkot Minta Petani Kopi Lakukan Sistem Petik Merah

Laporan wartawan Sripoku.com, wawan Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam saat ini sangat fokus memperhatikan sektor pertanian dan perkebunan terutama perkebunan Kopi. Bahkan Pemkot meluncurkan program 1 juta stek kopi pertahun.

Program ini bertujuan agar hasil panen kopi di Pagaralam bisa meningkat. Bahkan dikabarkan dengan sistem stek petani tidak lagi harus menunggu satu tahun sekali untuk panen. Petani bisa panen setiap minggu jika telah memberlakukan sistem stek.

Namun syaratnya petani hanya melakukan sistem panen petik merah. Sistem panen ini dinilai lebih menguntungkan petani, karena harga jual baik masih kondisi basah dan sudah diolah menjadi biji kopi lebih tinggi dari sistem biasa.

Minum Kopi Secara Berlebihan Memberikan Efek Buruk Pada Kesehatan

60 Personel Gabungan Disiagakan Untuk Amankan Kegiatan Festival Danau Ranau ke XXII

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, pemkot Pagaralam akan terus mengencarkan sosialisasi sistem panen petik merah tersebut. Pasalnya hal ini dinilai akan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Dengan sistem petik merah ini mutu biji kopi akan semakin baik. Dan kwalitas kopi dari hasil petik merah juga lebih banyak digemari oleh konsumen," ujarnya.

Selian itu harga jual juga semakin tinggi. Jika biji kopi yang menggunakan sistem petik seperti saat ini yaitu petik merah dan hijai bersamaan harga jual hanya Rp18.000 perkilogram maka dengan sistem petik merah bisa mencapai harga Rp50.000 perlilogram.

"Harganya jauh lebih tinggi jika panen petik merah. Selian itu memang kwalitas kopinya akan lebih baik," katanya.

Saat ini sudah cukup banyak petani yang melakukan sistem petik merah dan mulai merasakan dampak keuntungan. Hal inilah yang dilirik Pemkot Pagaralam.

Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli Bagi-bagi Amplop di Acara Sunatan Massal

Salah satu petani Kopi, Totok mengatakan, sebagai petani siap melalukan sistem petik merah yang disarankan Pemkot. Namun petani meminta Pemkot menyiapkan pasar dari hasil panen tersebut.

"Jika ada yang akan membali kami siap saja. Khawatirnya kita sudah menggunakan sistem ini namun tidak ada pasarnya juga percuma saja. Siapkan dulu pemasarannya baru kami siap lakukan sistem petik merahnya," katanya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved