Berita Palembang

Mengaku tak Punya Uang Bayar Kontrakan, Hafiz Ajak 4 Temannya Melakukan Aksi Begal Motor

Tidak punya uang untuk bayar kontrakan, Hafis mengajak keempat temannya untuk melakukan tindakan kejahatan begal motor di Palembang.

Mengaku tak Punya Uang Bayar Kontrakan, Hafiz Ajak 4 Temannya Melakukan Aksi Begal Motor
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Kelima pelaku pembegalan yang terjadi di Sultan Syahrir Kecanatan IT II yang berhasil di tangkap Oleh Reskrim IT II Palembang, Kamis (4/7/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM,PALEMBANG--Tidak punya uang bayar kontrakan, Hafis mengajak keempat temannya untuk melakukan tindakan kejahatan begal motor di Palembang.

Muhammad Al Hafis atau yang akrab di sapa Hafidz adalah otak pelaku pembegalan yang terjadi pada tanggal 30 Juni 2019 di Jalan Bambang Utoyo Lorong Sultan Syahrir Kelurahan 5 ilir Kecamatan Ilir timur II Palembang.

Ia sengaja mengajak 4 temannya yaitu M Riski Pratama, Ahmad Desriansyah, Ferdian Marco Reza dan Roli Mahendra.

"Kita melakukannya pada saat sore hari pukul 18.30 WIB awalnyo kami ketemu di kuburan cina, Sukawinatan modus kami mengancam dengan mengaku musuk adik saya. Lalu kami pepet korban dan berkata 'kamu ini ya orangnya' sambil mengacungkan pisau ke badan korban lalu mengajaknya ke jalan tempat eksekusi (Jalan Sultan Syahril) sesampainya disana korban saya tendang lalu kabur disitulah kami mengambil motornya,"ujarnya kepada Sripoku.com Kamis (4/7/2019).

6034 SR di Lima Kecamatan Di Palembang Dapat Bantuan Jaringan Gas, Berikut Wilayahnya?

Hendak Jual Sepeda Motor, Theo Dikeroyok dan Ditusuk hingga Pingsan di Lorong Sianjur 1 Palembang

Karena Faktor Kelelahan Saat Lintasi Jalur Kereta Api, Idir Warga lahat Ini Ditabrak Kereta

Dari keterangannya motor tersebut dijual seharga 5.000.000 rupiah dan dibagi 4 orang. Sementara yang menjual motor tersebut adalah Roli Mahendra.

Pada saat ditemui di Polsek Ilir Timur II Palembang, Istri dari M Al Hafis bernama Zara tengah menjenguk suaminya.

"Dak tau saya kalau suami saya itu jadi seorang penjahat karena setahu saya dia menjaga parkir di pasar 26. Memang betul kami tidak punya uang bayar kontarakan. Tapi pada saat minggu kemarin saya juga terkejut dikasih uang 800.000 ribu darinya,"kata Zara.

Ia mengakui saat ini tengah hamil anaknya dan mereka merupakan pasangan yang baru menikah 3 bulan yang lalu.

Kapolsek Ilir Timur II, Kompol Wilwani mengatakan bahwa M Al Hafis merupakan DPO yang tahun lalu menjadi incaran kepolisian IT II bersama dengan temannya sedangkan ke-4 temannya merupakan pemain baru atas kejadian ini mereka dikenakan pasal 363 dengan acaman pidana 5 tahun penjara.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved