6034 SR di Lima Kecamatan Di Palembang Dapat Bantuan Jaringan Gas, Berikut Wilayahnya?

Kontrak Kerja sudah dilakukan , Lima Kecamatan Di Palembang ini bakal Dapat Bantuan Jaringan Gas

6034 SR di Lima Kecamatan Di Palembang Dapat Bantuan Jaringan Gas, Berikut Wilayahnya?
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Palembang Zuriati, 

SRIPOKU.COM , PALEMABANG --- Kementerian ESDM sedang melakukan persiapan pembangunan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Palembang.

Palembang sendiri tahun ini mendapatkan bantuan sebanyak 6034 SR di lima Kecamatan yakni Seberang Ulu I, II, Sako, Sematang Borang Dan Jakabaring

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Palembang Zuriati, mengatakan, kontrak kerja sudah dilakukan Juni hingga Desember 2019.

"Saat ini sedang proses persiapan dan mengurus izin," kata dia, Kamis (4/7) seusai rapat bersama di ruang Setda II Palembang.

Zuriati mengatakan, Kecamatan yang akan dibangun Jargas meliputi Semarang Borang Kelurahan Sri Mulya 974 SR, Lebong gajah 1024 SR. Kecamatan Sako Kelurahan Sako 1371 SR Kecamatan Seberang Ulu 1 Kelurahan 7 Ulu 374 SR kecamatan Seberang Ulu II Kelurahan Tangga Takat 637 SR Kecamatan Jakabaring Kelurahan 8 Ulu 856 SR Kelurahan 15 Ulu 797 SR.

"Karena pembangunan melintasi jalan nasional, provinsi dan kota maka diperlukan izin sebelum melakukan pembangunan," kata dia.

Menurut dia, perbaikan jalan harus dilakukan oleh kontraktor. Sehingga tidak meninggalkan jalan yang rusak setelah pembangunan dilakukan.

PPK jargas 2019 Kementrian SDM, Gobmar Barimbing, mengatakan, pihaknya masih melakukan persiapan. Dan setelah ini pihaknya akan melakukan survei di lapangan.

"Kami akan survei apakah data yang ada di dokumen kami sama dengan kondisi di lapangan," kata dia.

Menurut dia, setalah itu proses bisa dilakukan pengadaan sehingga Agustus bisa memulai pengerjaan fisik.

"Untuk pipa kita tanam posisi aman di kedalaman 1,5 meter," kata dia.

Sementara itu, Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa menekankan kepada kontraktor untuk memperbaiki jalan pasca pembangunan.

Sebab jika jalan tetap mengalami kerusakan maka pihaknya belum mau menerima penyerahan Jargas tersebut.

"Tahun lalu sudah ada pembangunan ada catatan dari pihak balai ke kita jalan masih rusak ketika proyek selesai," kata dia.

Pihaknya juga mendorong untuk segera menyelesaikan izin sehingga pembangunan bisa cepat diselesaikan.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved