Berita PALI

2 Hari Berjibaku di Alam, 50 Personel TRC BPBD PALI Asah Mental dan Fisik Antisipasi Karhutla

Sebanyak 55 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir)

2 Hari Berjibaku di Alam, 50 Personel TRC BPBD PALI Asah Mental dan Fisik Antisipasi Karhutla
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Sebanyak 55 personel TRC BPBD PALI melakukan pelatihan fisik dan mental antisipasi Karhutla di Bumi Serapat Serasan. 

2 Hari Berjibaku di Alam, 50 Personel TRC BPBD PALI Asah Mental dan Fisik Antisipasi Karhutla

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Sebanyak 55 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) berjibaku selama dua hari di alam, Rabu (3/7/2019).

TRC yang terdiri dari 50 personel BPBD beserta lima orang sekuriti RSUD PALI ini mengikuti pelatihan mental dan fisik guna mengantisipasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Serapat Serasan.

"Tujuannya tak lain agar TRC kita terampil, cepat, tanggap dan tangguh dalam penanggulangan bencana," ungkap Kepala BPBD PALI, Junaidi Anwar.

Menurut Junaidi, pelatihan ini dilakukan selama dua hari tanggal 3-4 Juli 2019.

Mereka akan mengikuti sejumlah latihan, seperti ketangkasan, baris berbaris serta menyeberangi sungai dengan pelatihannya diselenggarakan hingga malam hari.

Fokus Pada Karhutla, Bertemu Anggota Wantimpres Herman Deru Titip Pesan Untuk Presiden

Karhutlah Dekat Jalan Tol Palindra, Hasil Penyelidikan Kabid Humas Polda Sumsel Klaim Karena Cuaca

7 Kabupaten di Sumsel Prioritas Siaga Karhutla, Larang Buka Lahan dengan Pembakaran

"Agar fisik dan mental mereka (TRC-red) terjada di semua medan baik siang maupun malam hari. Sehingga dalam bencana mereka bisa menyelamatkan diri sendiri dulu sebelum menyelamatkan orang lain," katanya.

Pelatihan-pelatihan setiap tahun digelar BPBD, seperti Tahun 2017 menyelamatkan orang tenggelam, 2018 memadamkan api Karhutla dan Tahun 2019 ini pelatihan mental dan fisik bekerjasama dengan Kodim 0404 Muaraenim.

Junaidi mengatakan, bencara yang kerap terjadi di Kabupaten PALI, seperti banjir, kebakaran hutan, angin puting beliung dan tanah longsor.

Dari itu, diharapkan keseriusan mereka yang tergabung dalam TRC untuk cepat tanggap hal tersebut.

"Kedepan kita rencanakan keterpaduan seluruh OPD dalam hal penanggulangan bencana untuk saling bersinergi," katanya.

"Selain itu, kita juga imbau kepada masyarakat mari jaga alam, makan alam akan jaga kita," jelas dia menambahkan.

Saat ini yang paling banyak ditemukan titik hotspot berada di Kecamatan Abab.

"Selama Maret sampai Juni sudah 30 titik panas ditemukan di PALI dan 19 titik selama Bulan Juni," ungkapnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved