Berita Lahat

Pemkab Lahat Terpaksa Melunak, Berikan Kesempatan Kedua Kepada PKL di Pasar Lematang Lahat

Jika ada oknum yang memainkan lapak PKL ini, seperti mengambil dua lapak, atau menjual belikan lapak. Nantinya akan diberikan sanksi tegas.

Pemkab Lahat Terpaksa Melunak, Berikan Kesempatan Kedua Kepada PKL di Pasar Lematang Lahat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Satpol PP Lahat saat mendatangi PKL di Pasar Lematang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, kembali melunak dengan memberikan kesempatan kedua kepada pedagang kaki lima di area Pasar Lematang, Lahat.

Sejatinya, Selasa (2/7) menjadi hari terakhir setelah dua minggu tenggat waktu yang diberikan kepada PKL agar tidak berjualan di jalan dan pelataran Pasar Lematang Lahat. Sayangnya, PKL tak bergeming dan tetap bertahan.

"Ya sebenarnya sesuai kesepakatan hari ini meraka sudah mengosongkan lokasi berdagang. Namun, PKL minta perpanjangan waktu, alasannya saat ini anak baru mau masuk sekolah. Makanya kesepakatan terbaru, sampai tanggal (24/7) nanti semuanya harus sudah bersih," ujar Januarsyah, Selasa (2/7).

Bukan hanya persoalan PKL, tenggat waktu tersebut juga berlaku untuk area parkir.

Bagian depan Pasar Lematang nantinya harus kosong, diperuntukan hanya untuk pejalan kaki.

Para Wali Murid Mengeluhkan Sistem Zonasi, Takut Anaknya tidak Diterima di Sekolah yang Diinginkan

Berkat Informasi Masyarakat, Reserse Narkoba Polres Lahat Amankan Pelaku Narkoba Ini

Tak Sanggup Lagi Bayar Angsuran Kredit Sepeda Motor, Pria di Palembang Ini Mengaku Jadi Korban Begal

Tidak ada lagi parkir maupun PKL, seperti kondisi saat ini. "Kalau tetap tidak diindahkan, tim gabungan akan membongkarnya. Pedagang harus berada di lantai 2 Pasar Lematang. Bila perlu akan kita tugaskan Satpol PP lakukan penjagaan,"tegasnya.

Selain itu, hingga tenggat waktu tersebut, pedagang yang berada di Pasar Lematang akan didata ulang.

Jika ada oknum yang memainkan lapak PKL ini, seperti mengambil dua lapak, atau menjual belikan lapak. Nantinya akan diberikan sanksi tegas.

"Kalau ada ASN yang bermain, akan kita sanksi berat, kita copot bila perlu. Kepala UPTD Pasar Lematang, harus koopertif dengan kebijakan ini," tegasnya.

Disisi lain, Yanti (56) salah satu PKL menuturkan, dirinya mendukung kebijakan ini. Hanya saja, dirinya meminta aturan ini harus tegas dan adil dijalankan. Jangan sampai ada satu pun pedagang yang diistimewakan.

"Kami bersedia pindah, kalau pedagang lainnya dipindahkan juga. Makanya, atap seng sudah kami lepas, terpenting jangan pandang bulu, semuanya harus pindah tanpa terkecuali,"harapnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved