Berita Palembang

Para Wali Murid Mengeluhkan Sistem Zonasi, Takut Anaknya tidak Diterima di Sekolah yang Diinginkan

Para wali murid mengeluhkan sistem zonasi penerimaan murid baru Sekolah Dasar, takut anaknya tidak masuk di sekolah yang diinginkan.

Para Wali Murid Mengeluhkan Sistem Zonasi, Takut Anaknya tidak Diterima di Sekolah yang Diinginkan
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Sejumlah orangtua calon murid SDN 160 Palembang saat ini sedang sibuk mendaftarkan anaknya. Mereka masih mengeluhkan sistem Zonasi, Selasa (2/7/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com, Haris Widodo

SRIPIKU.COM,PALEMBANG - Sistem zonasi penerimaan murid baru di SDN 160 Palembang Jalan Torpedo Kelurahan 20 Ilir II Sekip Ujung Kecamatan Kemuning Palembang masih dikeluhkan para wali murid.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (2/7/2019) suasana ramai di SD Negeri 160 Palembang yang berada di Jalan Terpedo Kelurahan 20 ilir II Sekip Ujung Kecamatan Kemuning Palembang.

Ramainya suasana dikarenakan para orangtua atau wali murid sibuk mengurus anak-anak mereka untuk mendaftar di sekolah tersebut.

Namun sayangnya pada saat pembukaan pendaftaran murid baru ini sejumlah orangtua mengeluh dengan penerapan sistem zonasi.

"Pada penerimaan kali ini kami tak tenang mendaftarkan anak. Pasalnya sistem zonasi ini sangat terbatas. Takut anak saya tak bisa masuk disini,"ujar Yuli warga Sekip Ujung kepada Sripoku.com

Ia berharap agar pemerintah dapat mengkaji ulang persoalan zonasi dapat dicarakan lagi agar masyarakat mendapatkan haknya dan kuotanya dapat bertambah.

Sementara itu, panitia penerimaan mahasiswa baru sekaligus guru Agama SD N 160 Palembang, Ahmad kadafi Spd, mengatakan bahwa Sistem penerima di SD Negeri 160 Palembang ini penilaiannya berdasarkan rangking dan usia.

Berkat Informasi Masyarakat, Reserse Narkoba Polres Lahat Amankan Pelaku Narkoba Ini

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli : Janganke Bahaso Plembang, Bahaso Dusun Bae Masih Pacak

Melawan dan Kabur dari Kepungan Petugas, Pelaku Aksi Curanmor di PALI Ini Keok Ditembak

"Sesuai kebijakan pemerintah bahwasanya kita menggunakan sistem zonasi yang mana penerimaannya sendiri hanya 4 kelas dan berisikan 28 siswa/siswi. Namun bila melibihi kuota maka akan kita tempatkan sekolah yang masih membutuhkan siswa/siswinya," katanya.

Ia juga mengatakan sistem zonasi ini juga memang membuat sebagian orang tua murid mengeluhkan hal tersebut.

Halaman
12
Penulis: Haris Widodo
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved