Berita OKU Selatan

Harga Jual Kopi dan Cengkeh di OKU Selatan Berbeda Jauh, Petani Ini Pilih Berkebun Cengkeh

Harga jual kopi di Kabupaten OKU Selatan yang tak sesuai harapan membuat salah seorang petani beralih berkebun Cengkeh

Harga Jual Kopi dan Cengkeh di OKU Selatan Berbeda Jauh, Petani Ini Pilih Berkebun Cengkeh
SRIPOKU.COM/REIGAN/HANDOUT
Petani Cengkeh Yusuf Warga Kelurahan Simpang Sender Kecamatan BPRRT Kabupaten OKU Selatan, Senin (1/7/2019). 

Lapporan wartawan sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Harga jual kopi di Kabupaten OKU Selatan yang tak sesuai harapan membuat salah seorang petani beralih berkebun Cengkeh karena harga cukup menjanjikan dan terbilang cukup tinggi. Senin (1/7/2019).

Selain Faktor kelangkaan karena tidak banyak petani menanam dan membudidayakan Cengkeh, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Salah seorang Petani Cengkeh warga kelurahan Simpang Sender Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT) Ibu Yusuf tetap membudidayakan cengkeh karena harga jual cengkeh di OKU Selatan cukup tinggi yakni berkisar Rp 180 hingga Rp 200 ribu perkilogramnya.

Bahkan harga kotor perkilogramnya lebih dari Rp 200 ribu rupiah, namun Yusuf mengatakan harga bersih setelah dipotong biaya perawatan dan pengerjaan sebelum panen.

Terkait Kebocoran Pipa Minyak PT Pertamina Mencemari Sumber Air Bersih di PALI, Warga Siap Bersikap

Satu Peleton Anggota Kodim Datangi Markas Kepolisian Resor Muba Bawa Nasi Tumpeng HUT Bhayangkara

Hirzi dan Febriya Bujang Gadis Serasan Kabupaten Muaraenim 2019, Grand Final di Hotel Grand Zuri

"Harga tersebut adalah keuntungan bersih sebagai petani, karena jumlahnya telah dipotong oleh biaya perawatan dan pengerjaan pascapanen,"terang Yusuf.

Dikatakannya, bertahan membudidayakan cengkeh karena harga hasil tani kopi dan lada yang mayoritas digeluti Petani OKU Selatan tengah merosot mengalami penurunan yang drastis.

Diakuinya, pasca panen dirinya harus mengeluarkan biaya untuk perawatan dan pascapanen. Pada masa perawatan, ada dua pengeluaran yang harus dilakukan Yusuf.

"Ya, Pertama, membersihkan kebun dan kemudian dilanjutkan dengan pemupukan, serta Kedua aktivitas ini dilakukan dengan menyewa tenaga pekerja kebun untuk perbantuan,"terang Dia.

Dikatakannya saat pemetikan diwaktu panen terkait dengan harga cengkeh rata-rata Rp 180 ribu perkilogram, maka yang bertolak belakang dengan harga kopi yakni berkisar Rp 18 ribu perkilogramnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved