Walau Belum Ditemukan Titik Hotspot, 21 Kecamatan Di Banyuasin Rata-Rata Rawan Kebakaran

Meskipun belum ada titik Hotspot Api di wilayah Kabupaten Banyuasin. BPBD telah siap menyiagakan dan memberikan himbauan terkait bahaya api di musim

Walau Belum Ditemukan Titik Hotspot, 21 Kecamatan Di Banyuasin Rata-Rata Rawan Kebakaran
SRIPO/BPBD BANYUASIN EDI SURYADI
Pihak petugas dari BPBD Banyuasin tengah melakukan upaya pemadaman api di wilayah hutan lahan gambut. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN –Meskipun belum ada titik Hotspot Api di wilayah Kabupaten Banyuasin. Namun Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah siap menyiagakan dan memberikan himbauan kepada masyarakat baik yang tinggal di wilayah perairan maupun wilayah daratan, terkait bahaya api di musim kemarau.

Kepala BPBD Banyuasin Ardiansyah SH MSi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Risnandar SE mengatakan, memasuki musim kemarau di tahun 2019 ini. Pihaknya telah memberikan himbauan dan larangan kepada masyarakat maupun pihak perusahaan terkait penanggulangan pencegahan bahaya kebakaran di lahan rawa-rawa maupun di hutan semak belukar yang akan dijadikan lahan perkebunan.

“Kabupaten Banyuasin sangat luas, sebab itu pihak pemerintah mengajak lapisan masyarakat di 21 kecamatan yang ada di Pemerintah Kabupaten untuk bersama-sama melakukan pencegahan kebakaran,” kata Risnandar panjang lebar, tak lepas dari toleransi para petani, dan pencari ikan untuk tidak membuang putung rokok sembarangan, karena bisa menyebabkan kebakaran.

Kebakaran akan retan terjadi, karena wilayah Banyuasin sangat luas wilayah perairan, wilayah lahan gambut yang rata-rata setiap kecamatan memiliki wilayah gambut. Untuk itu, minta Risnandar, pihaknya juga memprioritaskan pihak perusahaan yang ada di wilayah Banyuasin, untuk berkoordinasi dan bersatu mengawasi dan menjaga terjadi kebakaran lahan di sekelilingnya.

“Kendati sekarang ini belum ada titik api, hotspot di wilayah Banyuasin. Namun, kita siap berjaga dan selalu memberikan himbauan ke masyarakat di setiap desa untuk tidak membuka lahan dengan membakar,” ujar Risnandar.

Disebutkan Risnandar, belum ada hotspot di Banyuasin berdasarkan informasi dari tim monitoring pemantau hotspot dinas kehutanan Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel), Jalan Kol H Burlian Punti Kayu KM 6,5 menyebutkan bahwa, titik hotspot di wilayah Banyuasin hingga kini belum ada.

“Sebaran hotspot tanggal 28 Juni 2019 Sumsel Update sampai tanggal 29 Juni,” ujar Risnandar yang mengakui bahwa di wilayah Tegal Binangun ada kebakaran hari ini, Minggu (30/6/2019) tetapi api bisa dipadamkan.

Kecamatan yang rawan kebakaran yakni, Kecamatan Sembawa, Marga Telang, Pulau Rimau, Tanjung Lago, Muara Telang, Banyuasin I, Banyuasun II, Banyuasin III, Air Kumbang, Tungkal Ilir, Suak Tapeh, Air Salek, Rantau Bayur, Talang Kelapa, Muara Padang, Makarti Jaya, Rambutan, Karang Agung, Betung,  dan Selat Penuguan, serta Muara Sugihan. “Di 21 kecamatan tersebut, hanya 2 kecamatan yang tidak rawan kebakaran hutan yakni, di Kecamatan Air Salek dan Kecaamtan Muara Sugihan, lainnya itu sangat rawan kebakaran,” ungkap Risnandar.

Sementara itu, Kadin Kesehatan Banyuasin dr M Mgs Hakim mengatakan, hingga kini belum ada masyarakat Banyuasin terjangkit penyakit yang disebabkan asap.   “Alhamdulillah sekarang Banyuasin masih dinyatakan aman dari kebakaran lahan gambut. Tentunya dinas kesehatan telah menyiapkan obat-obatan untuk pencegahan penyakit ISPA,” tandas Hakim.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved