Berita Musi Banyuasin

Aksi Premanisme Kelompok Ateng di Muba, Supir Truk Diminta Uang Rp 50 Ribu Jika tak Sesuai Dipukul

ditangkapnya Riyanto alias Ateng, warga Pal 7 Desa Baru Kecamatan Jirak Jaya ini setelah sejumlah supir truk mengadukan kejadian pemalakan.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Riyanto alias Ateng saat diamankan di Polsek Sungai Keruh Polres Musi Banyuasin 

Laporan wartawan sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Aksi premanisme yang dilakukan Riyanto alias Ateng (27) dalam melakukan pemerasan supir truk di jalan lintas antar kabupaten tepatnya di Desa Sinar Jaya Kecamatan Jirak Jaya, Muba harus terhenti.

Ateng dibekuk aparat kepolisian dari Polsek Sungai Keruh Musi Banyuasin di kediamannya, usai memalak sopit truk Kamis (27/6/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ditangkapnya Riyanto alias Ateng yang merupakan warga Pal 7 Desa Baru Kecamatan Jirak Jaya ini setelah sejumlah supir truk mengadukan kejadian pemalakan yang mereka alami dilakukan oleh Ateng. 

Modus yang dilakukan para premanisme jalanan ini dengan memberhentikan mobil sambil membawa kayu dan senjata tajam.

Kawanan Ateng Cs memalak supir truk dengan variasi untuk sekali lewat sebesar Rp 50 ribu rupiah.

Jika tidak memberikan uang maka tidak segan-segan melakukan pemukulan, seperti yang dialami supir truk dengan insial ED (50) yang tak memberikan uang dengan jumlah yang diminta.

Konter Handphone Eddi Seluler di Simpang 5 Lebong Siarang Dibobol Pencuri, Kerugian Capai Rp15 Juta

Para Petani Karet di PALI Terpaksa Banting Tulang Kerja Ekstra, Usai Nyadap Karet Jadi Buruh Lain

Pergi ke Kebun Kopi, Rumah Marpawi di Kota Agung Kabupaten Lahat Habis Terbakar

"Saya, biasa lewat daerah sini pak. Nah kebetulan ada mereka memberhentikan mobil saya dan minta uang Rp 50 ribu tapi saya kasih Rp 20 ribu. Mereka tak terima lalu langsung memukul saya di wajah kiri,"ungkap ED pada saat membuat laporan beberapa waktu yang lalu.

Dari laporan korban tersebut langsung dilakukan penyelidikan dan satu dari dua tersangka Kamis malam ditangkap di kediamannya.

Sedangkan satu pelaku lagi berinisial D berhasil melarikan diri dan masih dalam tahap pengejaran.

"Ya, betul kita tangkap pelaku pemerasan pada supir. Pelaku telah mengakuinya bahwa itu dilakukan untuk dirinya bukan untuk kelompok penangkapan ini merupakan keluhan masyarakat,"kata Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kapolsek Sungai Keruh Iptu Ade SH, Minggu (30/6/19).

Dari penangkapan tersebut polisi menyita barang bukti 1 buah kayu dengan panjang 58 cm dan dimana para pelaku memaksa meminta dan memukul korban. 

"Pelakun saat ini telah diamankan di Mapolsek Sungai Keruh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,"jelasnya. 

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved