Breaking News:

Oknum Guru SD Paksa Siswinya Tonton Video Cabul di Kelas, Ketahuan saat Ortu Wali Melapor

Oknum Guru SD Paksa Siswinya Tonton Video Cabul di Kelas, Ketahuan saat Ortu Wali Melapor

Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

Oknum Guru SD Paksa Siswinya Tonton Video Cabul dan lag-lagu pernampilan tidak senonoh di Kelas, Ketahuan saat Ortu Wali Melapor

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-Oknum Guru SD Paksa Siswinya Tonton Video cabul dan lagu-lagu pernampilan Cabul di Kelas, namun aksinya ini Ketahuan saat Ortu (orang tua wali) salah satu siswi melapor dan komplain ke kepala sekolah

Total sebanyak 7 orang siswi SD di kawasan  Muaraenim diduga menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru SD bernama HL, di mana dia paksa siswinya tonton video cabul.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Kamis (27/6/2019) seperti dilansir dari tribunsumsel, diduga modus oknum guru SD tersebut melakukan perbuatan bejatnya dengan cara mengumpulkan siswi perempuan saja pada saat jam istirahat.

Oknum Guru SD ini, sengaja mengusir siswa laki-laki untuk keluar dan mengajak para siswi menonton film dan lagu lagu yang berpenampilan yang tidak senonoh.

Hal tersebut dilakukan oleh pelaku berulang kali sejak oknum guru tersebut pindah tugas di sekolah ini sejak dua bulan yang lalu.

RM (40) salah satu orang tua yang menjadi korban pelecehan mengaku bahwa terungkapnya peristiwa pelecehan tersebut bermula saat putrinya yang merupakan siswi di SD tersebut, saat disuruh sekolah ngotot tidak mau berangkat kesekolah.

"Saat itulah saya curiga, anak saya yang biasanya rajin kesekolah tiba-tiba tidak mau berangkat, akhirnya iapun saya desak untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, dan setelah dipaksa akhirnya dia ngaku bahwa mendapatkan pelecehan tersebut," katanya.

Dikatakannya sebagai orang tua ia tentu tidak terima atas apa yang dialami oleh putrinya tersebut.

"Kami minta ini ditindak lanjuti, karena menurut cerita anak saya, bukan dia saja yang mengalaminya tapi juga menimpa teman-temannya yang lain," ungkapnya.

Kepala Sekolah SD, di kawasan Muaraenim ini, Dwikawa Prihatin Spd, saat di konfirmasi awak media mengatakan, pihak sekolah baru menerima laporan dari dewan guru dan wali kelas.

" saya sudah memanggil yang bersangkutan untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut, diduga ada beberapa siswi yang mengalami perlakuan yang sama dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani pemerintah desa dan pihak kepolisian," katanya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved