Berita Palembang

ACT Peduli Kelaparan di Afrika, Gelar Aksi Solidaritas di BAM Masjid Agung, Ini Kata Koraknya

ACT (Aksi Cepat Tanggap) menggelar aksi solidaritas peduli Kelaparan Afrika, di Bundaran Air mancur Masjid Agung Palembang.

ACT Peduli Kelaparan di Afrika, Gelar Aksi Solidaritas di BAM Masjid Agung, Ini Kata Koraknya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para relawan ACT menggelar aksi di Bundaran Air mancur depan Masjid Agung Palembang, Jumat (28/6/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Puluhan relawan ACT (Aksi Cepat Tanggap) menggelar aksi solidaritas peduli Kelaparan Afrika yang digelar hari ini, di Bundaran Air mancur depan Masjid Agung Palembang, Jumat (28/6/2019).

Aksi para relawan yang masih muda-muda ini dengan berorasi dan membentangkan spanduk serta bendera merah putih mengajak masyarakat Sumsel peduli akan krisis kemanusiaan yang terus merongrong warga Afrika.

Koordinator Aksi Rendi Chandra mengatakan, aksi yang digelar merupakan salah satu bentuk kepedulian yang ingin disuarakan para relawan untuk mengajak masyarakat Sumsel membantu saudara yang mengalami krisis kelaparan di Afrika.

Rumah Dinas Satu Ini tidak Ditempati dan Dikelilingi Rumput Liar Hingga Terkesan Mubazir

"Aksi ini kami lakukan untuk mengajak masyarakat Sumsel, khususnya di Kota Palembang untuk peduli dengan krisis yang terjadi di Afrika. Bayangkan setiap hari kita bisa menikmati makanan lezat di sekitar kita, bahkan tak jarang membuang makanan. Sementara saudara kita di Afrika, hanya makan tulang-tulang bangkai hewan di sana, karena bahan pokok yang langka, kami berharap aksi ini akan menggerakkan lebih banyak kepedulian," ungkap Rendi.

Semak Menutupi Bahu Jalan Menyebabkan Jalan Antar Desa di Tebingtinggi Empatlawang Menyempit

Konflik berkepanjangan di negara bagian Afrika membuat sebagian besar masyarakatnya tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Ini menyebabkan Krisis Kelaparan kian merajalela bagi warga Sudan Selatan, Mali dan Somalia.

Bupati Banyuasin Askolani Ungkap Makna Khusus Pemberian Mahar 50 Suku Emas untuk Istrinya

"Harga barang pokok yang kian melambung, sedangkan bahan makanan semakin langka, dan ditambah lagi buruknya cuaca dengan intensitas curah hujan yang minim, semakin memperburuk kondisi masyarakat di negara tersebut. Kesenjangan besar terjadi antara makanan, kekurangan gizi akut, dan tingkat kematian yang tinggi," kata Rendi. 

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved