Berita Palembang

Pria di Palembang Ini Gunakan Alat Metal Detektor Mencari Benda-benda Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Pria di Palembang Ini Gunakan Alat Metal Detektor Mencari Benda-benda Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Pria di Palembang Ini Gunakan Alat Metal Detektor Mencari Benda-benda Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Antara News Sumsel/Arya/Aziz Munajar/19
Seorang pemburu benda zaman Kerajaan Sriwijaya yang tergabung dalam Komunitas Petualang Metal Detektor Indonesia, Arya, nampak tengah mendeteksi benda bersejarah di pinggir Sungai Musi.(Antara News Sumsel/Arya/Aziz Munajar/19) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Benda-benda sejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berada di wilayah Sumsel khususnya di Kota Palembang, masih terus diburu.

Para pemburu benda bersejarah Kerajaan Sriwijaya mulai menggunakan metal detector dalam mencari jejak-jejak peninggalan kerajaan maritim terbesar di Nusantara tersebut.

Salah seorang pemburu yang tergabung dalam Komunitas Petualang Metal Detektor Indonesia, Arya mengatakan, penggunaan metal detektor mempercepat pencarian jejak peninggalan zaman Sriwijaya dibandingkan dengan cara-cara manual.

"Di Sumsel saya yang pertama menggunakan metal detector sejak 2017, untuk tahun 2019 sudah mulai banyak yang ikut pakai metal detektor, memang dalam memastikan posisi jejak sejarah jauh lebih akurat," ujar Arya di Palembang, Selasa (25/6/2019).

Polres OKI Ungkap Pelaku Penembak Catut yang Sebenarnya, Bukan Be, Ini Kronologinya

Gubernur Sumsel Tandatangani MoU dengan tiket.com Selaku Sponsor Utama MXGP 2019, Ini Harga Tiketnya

Transaksi Non Tunai Lebih Akuntabel, Sekda H. Nasrun Umar Hadiri Sosialisasi Transaksi Non Tunai

Menurutnya, penggunaan cara manual kerap membutuhkan waktu lama karena hanya mereka-reka lokasi berdasarkan informasi sejarah, dengan metal detektor maka pemburu dapat langsung menemukan titik terang lokasi kurang dari satu hari.

Bahkan Arya sudah mengumpulkan 100 koleksi jejak Kerajaan Sriwijaya seperti koin, kalung, manik-manik, tombak dan cincin sejak menggunakan metal detektor, jauh lebih banyak dibandingkan saat ia memakai cara manual.

Kebanyakan jejak peninggalan tersebut ditemukan di wilayah Mariana, Kedukan Bukit, Ujung Borang, dan Ujung Kenten, mayoritas lokasi penemuan berada di pinggiran dan di dalam Sungai Musi.

"Dalam memastikan itu peninggalan zaman Sriwijaya atau bukan, saya bertanya dan belajar pada dosen-dosen sejarah di Palembang, atau bertanya pada pemburu lain. Jika asli maka akan saya simpan di rumah," lanjutnya.

Kunjungi Isteri Simpanannya yang Lagi Melahirkan, Pria di Lubuklinggau Ini Pasrah Dikepung Polisi

Jatanras Polda Sumsel Amankan Residivis Kasus Perampokan yang Bermodalkan Pisau Cap Garpu

Letkol Inf Riyandi Turun Tangan Padamkan Api, Karhutlah di Dekat Jalan Tol Palindra Sengaja Dibakar

Tak hanya di wilayah Palembang, kata dia, pencarian benda bersejarah pernah ia telusuri hingga ke Kupang NTT dan ia berhasil mendapatkan ratusan koin peninggalan Dinasti Ming di bawah tanah persawahan.

"Semua koleksi tidak saya jual, tapi jika ada peneliti dari luar negeri seperti Spanyol, Afrika, Singapura dan Maccau maka saya berikan sebagai buah tangan. Mungkin bagi orang peninggalan sejarah tidak ada artinya, tapi bagi saya ini sudah jadi hobi sejak kecil serta tujuannya menjaga aset sejarah," jelas Arya.

Ia membeli metal detektor langsung dari Hongkong seharga Rp 5 juta hingga Rp 7 juta, bergantung tingkat sensorik. Hasil pencariannya menunjukkan lebih banyak peninggalan berbahan logam dibandingkan emas. Meski demikian ia mempercayai masih banyak peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terpendam di Kota Palembang serta perlu ditelusuri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berburu Benda Peninggalan Kerajaan Sriwijaya dengan "Metal Detector"...", https://palembang.kompas.com/read/2019/06/25/12010631/berburu-benda-peninggalan-kerajaan-sriwijaya-dengan-metal-detector.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved