Breaking News:

Petani Menjerit, Jelang Masuk Tahun Ajaran Baru Harga Kopi Malah Anjlok

Penurunan harga kopi ini sangat membuat petani kopi tahun ini kewalahan. Pasalnya terjadi pada puncak musim kopi yaitu pada bulan Juli sampai Juni.

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
JEMUR KOPI : Tampak salah satu petani Kopi Pagaralam yang sedang menjemur kopi. Meskipun saat ini harga kopi sedang turun namun petani tetap harus jual kopi karena untuk biaya masuk sekolah anak, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Petani Kopi di Pagaralam kembali menjerit. Pasalnya saat ini harga kopi di Kota Pagaralam kembali mengalami penurunan. Bahkan harga kopi kali ini bisa dikatakan anjlok.

Pasalnya saat ini harga kopi hanya Rp18.000 perkilogram untuk kwalitas kopi yang baik sedangkan untuk kwalitas sedang hanya Rp17.000 perkilogram. Padahal sebelumnya harga kopi mencapai Rp22.000 perkilogram.

Penurunan harga kopi ini sangat membuat petani kopi tahun ini kewalahan. Pasalnya terjadi pada puncak musim kopi yaitu pada bulan Juli sampai Juni. Ditambah saat ini sedang memasuki musim ajaran baru sekolah.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Senin (20/8/2018) menyebutkan, penurunan harga kopi Pagaralam ini mulai terjadi sejak awal Mei lalu tepatnya jelang Bulan Suci Ramadhan. Bahkan kondisi harga sampai saat ini belum mengalami kenaikan.

Vanessa Angel Terbukti Bersalah Melanggar Kesusilaan, Divonis Hakim Lima Bulan Kurungan Penjara

Otak Pelaku Aksi Begal di Palembang Ini Keok Ditembak Tim Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang

Ismanto (58) salah satu petani Kopi mengatakan, sangat terkejut dengan penurunan harga kopi kali ini. Pasalnya jarang sekali harga kopi bisa langsung turun drastis seperti saat ini.

"Ini bukan turun namanya dek, tapi berubah harga. Pasalnya jarang sekali kopi mengalami penurunan harga sampai Rp4.000 perkilogramnya," ujarnya.

Petani semakin sedih, pasalnya harga kopi turun jelang musim ajaran baru sekolah. Hal ini membuat petani terancam tidak bisa memasukan dan memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.

Kronologis Pembunuhan Petani Kopi di OKU Selatan, Pelaku Gorok Leher Korban Saat Sedang Tidur

Penonton Kejuaraan MXGP 2019 di OPI Jakabaring Track Palembang Bakal Disediakan Shuttle Bus Gratis

"Jika seperti ini kami tidak bisa beli perlengkapan sekolah anak dan uang sekolah anak. Pasalnya sebentar lagi anak-anak akan memasuki ajaran baru yang butuh banyak kebutuhan. Kami harap pemerintah dapat mencarikan solusi agar harga kopi di Pagaralam ini dapat stabil dan petani kopi diuntungkan," harapnya.

Sebelumnya Agen Kopi di Kota Pagaralam, H Dimyati Rais mengatakan, penurunan harga kopi ini bukan karena ulah spekulan. Namun harga kopi turun dipengaruhi dengan harga kopi dunia.

"Faktor luar negeri sangat mempengaruhi harga kopi ini. Ditambah negeri penghasil kopi sudah banyak sekarang. Jadi persiangan makin ketat dan barang dipasaran juga banyak jadi wajar jika harganya fluktuatif," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved