Berita OKU

Pemerintah Kabupaten OKU Raih Juara Umum Penerapan Transaksi Non Tunai dari Bank Sumsel Babel

Pemerintah Kabupaten OKU berhasil meraih juara umum penerapan TNT (Transaksi Non Tunai) dari Bank Susmel Babel

Pemerintah Kabupaten OKU Raih Juara Umum Penerapan Transaksi Non Tunai dari Bank Sumsel Babel
Humas Pemkab OKU
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin menyerahkan penghargaan kepada Bupati OKU diwakili Sekda OKU, Selasa (25/06/2019). 

OKU Juara Umum Penerapan Transaksi Non Tunai dari Bank Susmel Babel

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Pemerintah Kabupaten OKU berhasil meraih juara umum penerapan TNT (Transaksi Non Tunai) dari Bank Sumsel Babel menyusul keberhasilan jajaran Pemkab OKU yang telah mengimplementasi kebijakan TNT.

Sekda OKU OKU Dr Drs H Achmad Tarmizi SE MT MSi MH kepada Sripoku.com, Rabu (26/6/2019) menjelaskan, penghargaan ini diterima oleh Bupati OKU diwakili Sekda di Ballroom Hotel JW Marriot Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (25/06/2019).

Dijelaskan Sekda, secara keseluruhan Pemkab OKU mendapatkan tiga (3) kategori, sekaligus juara umum.

Penghargaan yang berhasil diraih Kabupaten OKU yaitu Kategori Cashless Wilayah Sumatera Selatan, peringkat 2 katagori Nominal Transaksi Tertinggi pada Cash Management System wilayah Sumsel Tahun 2018 dan peringkat 2 katagori Transaksi Tertinggi pada Cash Management System wilayah Sumsel tahun 2018.

Sekda OKU Achmad Tarmizi menjelaskan, Pemkab OKU telah mengimplementasi kebijakan Transaksi Non Tunai (TNT) dalam rangka mewujudkan pengelolaan Keuangan Daerah yang “Efektif, Efisien, Manfaat dan Aman”, dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sebagai ujung tombak keuangan Pemkab OKU.

Dengan penganugerahan sebagai juara umum dalam penerapan di beberapa kategori Transaksi Non Tunai (TNT), diharapkan setiap unit kerja OPD yang ada di Pemkab OKU dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan pelaksanaan Transaksi Non Tunai di Tahun 2019 sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Terutama dalam belanja barang/jasa di atas Rp 500.000.

Selain itu bendahara pengeluaran dapat mengamankan penerimaan negara agar dapat memberi manfaat bagi negara dan masyarakat.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved