Berita PALI

Pipa Minyak Mentah Diduga Keropos, Minyak Cemari Kebun Karet Warga Desa Betung PALI

Wilayah perkebunan karet milik warga di Desa Betung Barat Kecamatan Abab Kabupaten PALIProvinsi Sumatera Selatan, tercemar minyak mentah

Pipa Minyak Mentah Diduga Keropos, Minyak Cemari Kebun Karet Warga Desa Betung PALI
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Pipa minyak mentah bocor sehingga mencemari areal perkebunan karet milik warga di Desa Betung Barat Kecamatan Abab Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), saat diperbaiki petugas. 

Pipa Minyak Mentah Diduga Keropos, Minyak Cemari Kebun Karet Warga Desa Betung PALI

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Wilayah perkebunan karet milik warga di Desa Betung Barat Kecamatan Abab Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Provinsi Sumatera Selatan, tercemar minyak mentah, Selasa (25/6/2019).

Minyak mentah ini keluar dan masuk ke perkebunan karet milik warga setempat akibat diduga adanya pipa yang mengalami kebocoran.

Kuat dugaan pipa minyak mentah yang bocor ini milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field yang letaknya di seputaran areal perkebunan karet milik warga setempat.

Pemilik kebun karet yang terdampak semburan mintak mentah, Roni menjelaskan bahwa adanya pipa bocor ini diduga akibat korosi atau keropos.

Fauziah Mawardi Optimistis PALI Jawarai Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Tingkat Nasional

Butuh Layanan Darurat Kesehatan , Warga PALI Bisa Hubungin PSC 119

BREAKING NEWS: Warga PALI Heboh Temuan Tengkorak Manusia, Diduga Yama Guci yang Hilang sejak Lebaran

Harga Cabai di Pasar Tradisional Pendopo PALI Belum Stabil, Kadang Naik Hingga 100 Persen

Heri Amalindo Tanggapi Positif Bermunculan Kandidat Cabup PALI 2020

"Di lokasi ini sering terjadi kebocoran, dugaannya akibat pipa sudah keropos. Kami baru mengetahui pipa bocor ini pada Minggu (23/6/2019) kemarin sekira pukul 11.00 WIB," ungkap Roni.

Roni mengakui ada beberapa batang pohon karet terkena semburan minyak mentah, sehingga berisiko batang karet tersebut tidak mengeluarkan getah, bahkan pohon karet bisa mati.

Namun demikian, kata Roni sampai saat ini belum ada upaya pertanggungjawaban dari pihak Adera.

"Hanya baru pengkleman atau penutupan di bagian pipa yang bocor. Untuk pertanggungjawaban belum ada," jelasnya.

Dirinya berharap kepada pihak Adera, kedepannya jalur pipa yang ada di sekitar perkebunan milik warga untuk segera diganti.

"Kami berharap jalur pipa tersebut untuk segera diganti, agar tidak alami kebocoran lagi," imbuhnya.

Sementara Abdul Aziz (Legal Relation) LR Adera Field saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kasus tersebut.

"Nanti saya tanya ke bidang HSE (Health, Safety and Environment). Sementara untuk informasi selanjutnya akan disampaikan," katanya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved