Berita Lubuklinggau

Jambret Jalanan di Lubuklinggau Ini Diamuk Massa, Untung Berhasil Berlari Masuk Rumah Pensiunan TNI

Aksi Rio Alfiko (31), warga Jl Jambi Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, menjadi jambret jalanan terhenti setelah diamuk massa.

Jambret Jalanan di Lubuklinggau Ini Diamuk Massa, Untung Berhasil Berlari Masuk Rumah Pensiunan TNI
TRIBUN SUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Rio saat diamankan di Polsek Lubuklinggau Timur. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Aksi Rio Alfiko (31), warga Jl Jambi Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, menjadi jambret jalanan terhenti setelah diamuk massa.

Rio ditangkap massa setelah gagal menjambret Indah Lestari (22) warga RT 01, Kelurahan Perumnas Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Selasa (25/6/2019) siang sekira pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan informasi dihimpun kejadian bermula saat Indah berangkat dari rumahnya hendak menuju kantor Nasdem dengan mengendarai motor honda scoopy merah.

Tiba di jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan kantor PLN korban dipepet oleh pelaku yang saat itu mengendarai motor honda beat warna biru langsung menarik tas miliknya.

"Seketika itu, pelaku dan korban langsung terjatuh, korban langsung berteriak minta tolong dan pelaku langsung berlari menuju Jalan Pinangsia," papar Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Dias Oktora pada Tribunsumsel.com.

Sederetan Nama Wartawan Ikuti Seleksi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan, Ini Nama-Namanya

Halal Bihalal dengan Media, PT Medco E&P dan Pertamina EP Terus Berusaha Tingkatkan Produksi Migas

Baru Masuk Sekolah, Pelajar Ini Terlibat Penodongan di Samping Fly Over Jakabaring Bersama Temannya

Warga sekitar dan para pengendara yang mendengar teriakan korban langsung mengejarnya, menghindari amukan massa pelaku masuk ke rumah warga untuk meminta pertolongan.

"Pelaku langsung diamankan oleh seorang warga yang kebetulan pensiunan anggota TNI. Kemudian anggota melintas dan mecoba menenangkan massa lalu kita bawa ke Polsek Lubuklinggau Timur," ungkapnya.

Saat diintrogasi pelaku mengakui perbuatannya, dan banyak korban yang sudah datang melapor. Namun tidak mengakui kejadian lainnya. Para korban juga tidak bisa memastikan kalau pelaku adalah pelakunya.

"Mereka hanya bisa mengenali motornya saja. Saat dihadapkan mereka tidak kenal saat melakukan aksinya. Dia juga Residivis pecah Kaca di Tuban Jawa Timur, kemudian terjerat kasus 365 dan sudah ditahan. Kemudian terjerat juga kasus 365 di Polres," terangnya. (Eko Hepronis)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved