Berita Palembang

Momen Bagi Rapor, Kebiasaan Orangtua Bawa Bingkisan untuk Guru, Ini Kata Disdik Kota Palembang

Monumen pembagian rapor ini ada semacam kebiasaan yang dilakukan para orangtua murid, seperti membawa bingkisan (Kado) untuk guru wali kelas

Momen Bagi Rapor, Kebiasaan Orangtua Bawa Bingkisan untuk Guru, Ini Kata Disdik Kota Palembang
SRIPOKU.COM/YANDI/DOKUMEN
Para santriwati menerima rapor hasil ujian mereka dari madrasah tempat mereka menimba ilmu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pembagian rapor kenaikan kelas untuk tingkat sekolah dasar atau SD akan dimulai pada 29 Juni 2019 mendatang.

Monumen pembagian rapor ini ada semacam kebiasaan yang dilakukan para orangtua murid, seperti membawa bingkisan (Kado) untuk guru wali kelas.

Bingkisan atau kado yang diberikan para orangtua murid ini ada yang memang sebagai ucapan terima kasih atas bimbingan guru kepada anaknya.

Tapi tidak jarang bingkisan atau kado tersebut mempunyai maksud dan harapan tertentu dari orangtua murid kepada gurunya. 

Saat dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut Kepala Bidang SD Disdik Kota Palembang Bahrin mengatakan sebetulnya pihaknya sudah memberi imbauan dan peringatan khusus terkait hal tersebut di lingkungan sekolah.

Namun, hal ini tampak sulit dilakukan sebab sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan para orangtua siswa.

"Ya kami sudah sering mengimbau tapi dari sisi lain ini sudah menjadi budaya atau kebiasaan sulit untuk dihindari," ujarnya, Senin (24/6/2019).

Pencuri Terekam CCTV yang Terhubung dengan Ponsel Pemilik Rumah di IB I Palembang, Begini Jadinya

SSB Ogan Ilir 32 Bertekad Benamkan Juara-Juara Turnamen Piala Gubernur U20 di 16 Kabupaten/Kota

Museum Sumsel Penting Mengoleksi Peralatan Memasak dan Hidangan Memasak Tradisional Sumsel

Dia juga menegaskan agar pihak sekolah tidak memaksakan untuk meminta hadiah kepada wali murid, apalagi memberatkan wali murid, apalahgi bagi wali murid yang kondisi ekonominya pas-pasan.

“Kalau anak mereka dibebani dengan dimintai hadiah itu sama saja memaksa, saya minta tidak ada sekolah yang seperti itu meminta hadiah yang sifatnya wajib, kalaupun ada kedapatan sekolah seperti itu pihak Disdik akan memberikan sanksi berupa teguran,” katanya.

Pemberian hadiah ini sebenarnya memang tidak wajib tapi kalau wali murid mampu dan merasa anaknya telah dididik selama di bangku sekolah dan mereka memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih yang sifatnya tidak memaksa tidak jadi masalah.

”Hadiah yang mereka berikan dalam artian sebagai rasa ucapan terima kasih atas jasa guru yang telah mendidik anak mereka mungkin bisa dimaklumi, asal sifatnya tidak memaksa dan kehendak pribadi wali murid,” tutupnya.(tribunsumsel/elm)

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved