Berita Pagaralam

Gara-gara tak Direspon Warga Pilih Perbaiki Sendiri Saluran Irigasi Sawah

Diduga karena termakan usia ditambah kontur tanah yang labil saluran air bersih (irigasi) Dusun Cawang Baru Kecamatan Dempo Utara ambruk.

Gara-gara tak Direspon Warga Pilih Perbaiki Sendiri Saluran Irigasi Sawah
IST
Ist WARGA PERBAIKI IRIGASI --Sejumlah warga Cawang Baru Kecamatan Dempo Utara secara Swadaya memperbaiki jembatan Saluran Air Bersih yang ambruk, Minggu (23/6/2019) 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Diduga karena termakan usia ditambah kontur tanah yang labil saluran air bersih (irigasi) Dusun Cawang Baru Kecamatan Dempo Utara ambruk.

Informasi yang berhasil dihimpun sripoku.com, Minggu (23/6/2019), ambruknya aliran irigasi bukan untuk pertama kali. Irigasi ini sudah sering sekali ambruk. Namun karena hanya diperbaiki warga secara swadaya jadi tidak terlalu kuat.

Ambruknya saluran air bersih ini, mengakibatkan pengairan di areal tersebut terutama lahan persawahan menjadi terkendala. Untuk mengatasi masalah ini, warga setempat secara  swadaya bergotong royong memperbaiki saluran tersebut walaupun masih darurat.

Tujuh Lokasi Ini Wajib Siaga Karhutla

Pria di Cengal OKI Ini Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Diancam Pakai Senjata Api Jika Menolak

Alwi warga setempat mengungkapkan, akibat kejadian ini sebanyak 70 bidang sawah garapan warga menjadi tidak bisa digarap. Selain itu akibat kejadian ini juga kolam ikan dan tempat pemandian umum warga menjadi terganggu.

"70 bidang sawah warga kami tidak bisa digarap karena air tidak sampai ke lahan. Belum lagi kolam ikan juga jadi terganggu kondisnya juga air siring ini juga di manfaatkan untuk pemandian warga sehingga otomatis ikut terganggu," katanya.

Dijelaskannya, pihaknya sudah berulang kali memintah bantuan kepada pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini namun sampai saat ini tidak ada respon.

"Sudah pernah melapor ke pihak terkait mengenai persoalan ini karena kejadian ambruknya saluran air di dusun kami ini sudah berulang kali. Namun kami harus kecewa karena belum ada realisasinya bahkan usulan kami sudah kami masukkan ke pemerintah tapi lagi-lagi tidak di respon bahkan setelah kami telusuri ke pihak dinas PU Pengairan tahun ini pun perbaikan siring itu ternyata juga belum di anggarkan," jelasnya.

Tidak adanya kejelasan dari pihak terkait, warga terpaksa mengambil inisiatif melakukan perbaikan sendiri dengan swadaya agar puluhan bidang sawah dapat kembali teraliri air.

"Warga terpaksa patungan yang sebesar Rp100 ribu untuk warga yang memiliki sawah, 20 ribu untuk warga yang memiliki kolam ikan dan 10 warga lainya," katanya.

Warga berharap pemerintah bergerak cepat mengatasi persoalan ini karena hal ini menyangkut hajat hidup banyak warga dan perekonomian masyarakat.

Menanggapi hal ini Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli mengatakan, dirinya akan membawa tim untuk melihat langsung kondisi irigasi yang ambruk tersebut.

"Saya akan turun langsung kelokasi untuk melihat langsung kondisinya. Nanti saya akan koordinasi dengan dinas terkait mengenai usulan yang sudah diusulkan warga. Jika memang ada seharusnya harus dianggarkan," ujarnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Dewi Handayani
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved